Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Populasi Anjing Desa Patoman Tembus 110 Ekor

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 3 Oktober 2022 | 19:32 WIB
PELIHARAAN: Petugas memeriksa kondisi anjing di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. (Deddy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)
PELIHARAAN: Petugas memeriksa kondisi anjing di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. (Deddy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)
PROGRAM vaksinasi rabies yang menyasar hewan piaraan mendapat apresiasi warga Banyuwangi. Pasalnya, program rutin sekali dalam setahun tersebut sangat bermanfaat bagi pemilik hewan piaraan.

Kepala Dusun Patoman Made Hardana mengaku sangat berterima kasih dan mengapresiasi kinerja petugas pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan warga jika ada kegiatan yang menyangkut dengan kesehatan hewan.

”Jika ada kegiatan vaksinasi antirabies dan yang menyangkut kesehatan hewan, kami sebagai kepala dusun selalu dikabari dan warga yang memiliki hewan piaraan langsung kami hubungi jika akan digelar vaksinasi gratis,” ungkapnya.

Pemberian vaksinasi antirabies itu, kata Hardana, merupakan langkah antisipasi dari pemerintah untuk menghindari adanya penyakit rabies pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan monyet. Suntikan vaksin antirabies diberikan sekali dalam setahun sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan penularan rabies yang berasal dari gigitan hewan pembawa rabies (HPR). ”Kegiatan suntik vaksinasi antirabies ini rutin dilakukan setiap satu tahun sekali, dan itu semua gratis,” katanya.

Dalam berbagai kesempatan, kata Hardana, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakatnya yang sebagian besar memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing agar bersedia merelakan hewan peliharaannya dibawa ke tempat vaksinasi. Apalagi, tempat pelaksanaan setiap suntik vaksin dipusatkan di rumahnya untuk mempermudah koordinasi dengan warga. ”Jadi, warga tidak perlu jauh-jauh membawa hewan piaraannya ke puskeswan, karena petugas yang datang jemput bola door to door,” jelas lelaki yang juga tokoh adat masyarakat beragama Hindu ini.

Untuk melakukan vaksin antirabies, petugas tidak bisa bergerak sendiri. Sebab, untuk menyuntik anjing dibutuhkan keterlibatan dan peran aktif dari sang pemilik agar anjing tidak berontak. ”Kalau hewan peliharaan sudah pasti tunduk pada tuannya, jadi sangat membantu dan memudahkan petugas saat menyuntik vaksin,” terangnya.

Hardana menambahkan, pemberian vaksin antirabies pada hewan peliharaan akan memberikan perlindungan kepada manusia dari dampak gigitan hewan dengan rabies. Sehingga, kondisi ini mewajibkan hewan yang berpotensi terserang rabies perlu memperoleh vaksinasi.

Sementara itu, Penanggung Jawab Puskeswan dan Rumah Potong Hewan (RPH) Rogojampi drh H Moh. Abdul Hamid mengatakan, berdasar data populasi hewan piaraan anjing dan kucing di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, terdapat 60 ekor kucing dan 110 ekor anjing yang dipelihara warga.

”Untuk hewan jenis peliharaan anjing dan kucing ini mereka aktif memeriksakan kesehatan hewannya karena rata-rata adalah hewan kesayangan. Jadi kalau kondisi sakit, sang pemilik dengan sukarela membawa ke puskeswan atau kami yang dihubungi sang pemilik hewan. Sehingga, semua kondisi hewan terpantau dengan baik,” tandas Abdul. (ddy/bay/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#anjing #patoman #Guk Guk #RAS