Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Populasi Anjing Piaraan Tembus 1.460 Ekor

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 3 Oktober 2022 | 18:36 WIB
Photo
Photo
BUKAN tanpa alasan, masyarakat mau memelihara anjing. Selain dikenal sebagai hewan yang ”cerdas”, anjing juga bisa menjadi teman setia sang empunya.

Bahkan, beberapa orang meyakini memelihara anjing sangat bermanfaat bagi kesehatan, penampilan, hingga kesejahteraan dan sebagainya. Sebagai contoh, pemilik anjing yang mengajak teman ”berbulu”-nya jalan-jalan secara teratur, sepertiga lebih kecil kemungkinan untuk menderita diabetes.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa jika anak-anak dari keluarga dengan alergi dibiarkan tumbuh dengan anjing peliharaan sejak lahir, maka risiko mereka mengembangkan eksim dan asma akan menurun.

Bukan itu saja. Ada pula yang menilai, memiliki seekor anjing dapat membuat sang empunya lebih sehat dan bugar. Mereka yang berusia di atas 65 tahun, yang memiliki anjing, akan bertindak sepuluh tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya.

Namun demikian, tidak bisa dimungkiri pula bahwa memelihara anjing juga berisiko dapat menularkan penyakit. Tidak terkecuali penyakit rabies. Untuk itu, diperlukan kesadaran sang pemilik anjing untuk menjaga kesehatan hewan kesayangannya tersebut.

Usut punya usut, di Banyuwangi terdapat ribuan ekor anjing piaraan. Tidak hanya di wilayah Kecamatan Banyuwangi, pencinta anjing tersebar di berbagai kecamatan di kabupaten berjuluk the Sunrise of Java.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta-Pangan) Banyuwangi M. Khoiri melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Nanang Sugiharto mengatakan, berkaitan populasi anjing, pihaknya mencatat di Banyuwangi terdapat 1.460 ekor anjing piaraan. ”Sedangkan jumlah anjing yang dilepasliarkan, kami tidak punya data dimaksud,” ujarnya, Jumat (30/9).

Nanang tidak memungkiri bahwa anjing merupakan salah satu jenis hewan pembawa rabies (HPR). Untuk itu, ada program pemerintah untuk memberikan vaksinasi rabies. ”Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis alias bisa menular ke manusia. Maka, kami sarankan kepada pemilik HPR, salah satunya anjing, untuk melakukan vaksinasi setahun sekali terhadap hewan kesayangannya tersebut. Vaksinasi kita berikan secara gratis. Biasanya dilaksanakan pada World Rabies Day 28 September,” bebernya.

Selain itu, jika ternak atau hewan kesayangan sehat, maka orangnya pun sehat. Untuk itu, hewan ternak maupun hewan kesayangan perlu rutin mendapat pemeriksaan kesehatan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Selain itu, kebersihan bulu, kulit, kuku, dan sebagainya juga harus dijaga. ”Juga harus rutin dilakukan pemberian obat cacing serta vaksinasi selain rabies. Karena ada beberapa anjing, jika sudah terkena penyakit yang disebabkan virus, maka tidak bisa diobati. Harus dilakukan vaksinasi, seperti parfovirus, distemper, dan sebagainya,” pungkas Nanang. (sgt/bay/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#anjing #Guk Guk #anak bulu