Mayoritas jasa grooming biasanya menggandeng pet shop. Ibaratnya, sudah satu paket. Ada petshop, lengkap dengan jasa grooming.
Ada pula jasa grooming rumahan atau salon hewan piaraan yang beroperasi secara mandiri. Untuk jenis jasa grooming rumahan ini, mereka melakukan pemasaran melalui komunitas maupun melalui media sosial (medsos).
”Saya punya langganan untuk grooming Jojo dan Mimil, kucing-kucing kami. Tinggal WhatsApp, petugasnya langsung datang menjemput,” ujar Eva, 43, warga Jalan Kalilo, Banyuwangi.
Lain cerita dengan pasangan Agus Santoso dan Ferina Santoso. Pasangan dog lovers ini sejatinya sudah punya bisnis utama. Namun, lantaran mengurus belasan anjing setiap hari, akhirnya mereka membuka jasa grooming sejak awal tahun ini.
Pasutri ini pun membuka jasa salon hewan dengan nama La’ Boo Grooming. Mereka melayani jasa mandi dan keramas untuk hewan piaraan, khususnya kucing dan anjing. Hingga saat ini, pelanggan mereka cukup banyak.
Untuk ongkos jasa grooming, menyesuaikan jenis hewan dan kondisinya. ”Kami juga ada layanan home service by appointment. Hewan piaraan bisa diambil di rumah pemiliknya, lalu dimandikan di La’ Boo Grooming,” jelas Agus.
Dia mengakui, grooming termasuk bidang bisnis baru di Banyuwangi. Namun, sejatinya bisnis jasa ini potensial. Mengingat, populasi anjing dan kucing peliharaan di Banyuwangi yang semakin bertumbuh.
Dalam menjalankan bisnisnya, Agus dan Ferina didukung tiga orang karyawan. Para petugas itu sudah berpengalaman dan terbiasa mengurus belasan anjing milik pasutri itu. Bahkan, memandikan dan mengurus anjing sudah dijalani petugas tersebut jauh sebelum pasutri itu membuka jasa grooming. Sehingga, sudah ada chemistry dalam hal mengurus satwa, terutama anjing dan kucing. ”Kami enjoy saja melakoni bisnis ini. Karena kami sama-sama pencinta binatang, khususnya dog lovers,” ujar Agus. (cw3/bay/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha