Bocah asal Dusun Damtelu, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo tersebut terjun sebagai penabuh alat musik kendang. Anak kedua dari pasangan suami istri (pasutri) Anis Samsudi dan Nurkayati tersebut mampu membesarkan nama grup musik “Izzul Music” yang digagas oleh ayahnya.
Berkat kemahirannya memainkan kendang, siswa kelas 3 SMPN itu pernah tampil dalam acara Dangdut Academy (DA) 2. ”Meski tidak sampai viral, itu sudah cukup membanggakan bagi keluarga maupun orang tua,” ujar sang ayah, Anis.
Bakat bermain kendang Izzul sudah terlihat sejak duduk di bangku kelas tiga SD. Izzul begitu mahir memainkan kendang yang dibelikan ayahnya. ”Izzul belajar kendang secara otodidak. Sebagai orang tua, terus terang saya tidak bisa memainkan kendang,” katanya.
Melihat bakat yang dimiliki anaknya bermain musik, Anis akhirnya mendirikan grup musik yang diberi nama Izzul Music. ”Saya beri nama Izzul Music dikarenakan sesuai nama panggilan Afrizal Dwi Prasetyo,” cetusnya.
Izzul menambahkan, cara belajar kendang Izzul hanya dengan melihat video dan mendengarkan musik saja. Setelah itu belajar menabuh kendang sesuai instrumen yang sudah ada dalam video. ”Saat ini sudah ada 30 lagu yang mampu saya iringi,” tuturnya.
Bahkan, jelas Izzul, dirinya juga pernah diminta untuk mengiringi musik dalam acara Dangdut Academy (DA) 2. ”Untuk kegiatan sekolah, saya tetap semangat dan tetap menjalankan tugasnya sebagai siswa. Walaupun sudah berhasil meraup keuntungan dari keahliannya dalam memukul kendang,” ungkapnya.
Selama ini, keluarga sangat mendukung Izzul bermain kendang. Tanpa ada peran dan dukungan keluarga, dirinya tidak bisa sukses seperti sekarang.
”Saya sangat berterima kasih kepada keluarga, berkat mereka saya bisa menabuh kendang,” jelasnya.
Izzul menambahkan, sejak awal pandemi Covid-19 dua tahun lalu, dirinya sempat terpuruk lantaran tidak manggung sama sekali. ”Sempat vakum akibat pandemi, saya tidak putus asa untuk terus belajar kendang. Sekolah tetap nomor satu,” pungkasnya. (rio/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud