Wadah itu adalah Lalare Orkestra yang dinaungi Yayasan Kadiso Language Learning Center (KLLC) dan Dewan Kesenian Blambangan (DKB) sejak tahun 2014. Ketua DKB Hasan Basri mengatakan, DKB secara rutin menggelar lomba-lomba seni, baik itu seni tari, music, hingga tarik suara. Tujuanya, tentu saja untuk memantau bakat-bakat seniman cilik di Banyuwangi.
"Kita juga punya koneksi 42 sanggar di Banyuwangi. Event-event yang kita gelar selalu melibatkan Dinas Pendidikan. Siswa berbakat yang terjaring berasal dari sekolah dan sanggar," kata Hasan Basri.
Anak-anak yang bakat seninya terpantau, selanjutnya akan dimasukkan ke Lalare Orkestra. Mereka ditangani para maestro seni tarik suara, guru seni, dan akademisi yang ikut mendukung penjaringan bakat. Hasan mengatakan, sudah cukup banyak jebolan Lalare Orkestra yang bisa menunjukkan bakatnya di level nasional.
Mereka yang direkrut rata-rata adalah anak usia SD hingga kelas 2 SMP. “Kita sengaja mencari yang masih anak-anak. Lalare sejak 2014 masih eksis hingga sekarang,” kata Hasan.
Hasan berharap, ke depan bisa memperluas jaringan untuk pemantauan seniman musik cilik berbakat. Tak hanya dari sekolah dan sanggar, DKB ingin menjangkau titik lain yang selama ini belum terjamah. "Kita sudah punya festival musik jalanan. Tujuanya untuk mewadahi anak-anak yang aktivitas kesenianya non-panggung,’’ pungkasnya. (fre/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud