”Saya lebih banyak mendengar langsung aspirasi warga, bukan katanya-katanya. Seperti apa bentuk pelayanan yang baik, mudah, murah, dan cepat, tapi semua itu dikembalikan ke realita,” ujar lurah termuda di Banyuwangi ini.
Selama bertemu warga, Prima fokus mengedukasi masyarakat untuk lebih mandiri, tidak selalu menunggu, dan bergantung pada bantuan dari pemerintah. ”Termasuk tidak bergantung pada pinjaman instan bank pelecit atau bank mingguan dengan pengembalian yang sangat mencekik,” kata dia.
Jika ada masyarakat yang mengajukan pinjaman ke bank pelecut, tidak pernah dia teken. Kecuali jika pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga relatif lebih kecil dan murni untuk mengembangkan usaha. ”Saya merasakan langsung masyarakat yang terjebak bank pelecit. Mereka tidak berpikir bagaimana mengembalikan pinjaman tersebut,” tegas Prima. (ddy/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud