Kini banyak bermunculan inovasi bahan rotan sintetis sehingga dapat memenuhi permintaan pasar global akan produk rotan. Rotan sintetis adalah produk yang dihasilkan untuk menggantikan fungsi rotan asli yang dibuat dari bahan baku plastik atau bahan sintetis, seperti High-density Polyethylene (HDPE) dan Polyvinyl Chloride (PVC). Untuk membedakan kedua bahan ini cukup sulit, baik HDPE dan PVC memiliki tampilan yang terlihat serupa.
Kedua bahan ini diolah oleh produsen melalui proses pabrikasi sehingga menghasilkan helai rotan buatan. Dari segi harga, rotan berbahan PVC jauh lebih murah dibandingkan rotan alami. Sebab, ongkos produksi rotan berbahan PVC yang dibilang cukup murah. Namun tentu saja, aneka bahan dasar plastik tersebut kurang ramah lingkungan jika dibandingkan dengan bahan alami.
Selain ongkos produksi yang murah, rotan berbahan sintetik lebih disukai perajin karena mudah untuk dianyam menjadi berbagai bentuk, lebih tahan terhadap cuaca, bobotnya lebih ringan, serta perawatannya mudah.
Namun demikian, rotan asli maupun rotan sintetis masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Kelebihan rotan sintetis dibandingkan rotan alami, yaitu memiliki aneka warna yang lebih bervariasi dibanding rotan alami yang biasanya hanya menghasilkan warna-warna alami atau natural.
Berbeda dengan rotan sintetis yang memberikan variasi warna yang lebih banyak sehingga dapat memenuhi kebutuhan. ”Kalau rotan sintetis ini cenderung lebih lentur dan ringan, desain gaya juga lebih modern. Selain itu juga lebih fleksibel dengan bobotnya yang ringan sehingga mudah untuk dipindahkan,” ungkap Firdaus, pemilik kursi rotan sintetis di Banyuwangi.
Kursi berbahan rotan sintetis ini juga lebih rapi dari rotan alami. Sebab, dibuat dengan mesin yang memiliki presisi yang tepat dan sesuai dengan desain furnitur yang diinginkan. ”Kalau rotan sintetis ini tidak ada sisa sambungan antara rotan seperti yang biasa terjadi jika furnitur dibuat dari rotan alami,” katanya
Rotan sintetis ini juga lebih awet dibanding rotan asli karena tahan cuaca ekstrem dan sifatnya yang antirayap. Apabila mebel berbahan rotan sintetis ini ditempatkan di luar ruangan tidak perlu khawatir, karena rayap atau pun hujan tidak akan membuat lapuk produk berbahan plastik.
Kelebihan lain dari kursi berbahan rotan sintetis ini juga lebih mudah dalam hal perawatan. Firdaus mengatakan, furnitur berbahan rotan sintetis tidak perlu dicat ulang. Berbeda dengan rotan alami yang biasanya mengalami pemudaran warna. ”Rotan sintetis cukup dilap dengan kain atau kanebo basah untuk membersihkan debu atau kotoran yang menempel,” terang warga Banyuwangi ini.
Dari sisi harga, Firdau menyebut kursi rotan sintetis lebih terjangkau karena kursi ini diproduksi secara massal. Sehingga, biaya produksi yang dikeluarkan oleh produsen jauh lebih rendah dibandingkan rotan asli. ”Sehingga harga ada di pasaran pun akan lebih murah,” ujar bapak dua anak ini.
Hanya saja, kata Firdaus, kursi berbahan rotan sintetis ini juga memiliki kekurangan yakni mudah terbakar. Kekuatan rotan sintetis juga berangsur-angsur akan mengalami penurunan akibat dari bobot ringan yang dimiliki kursi. ”Jika untuk beban berat, tidak terlalu kuat menopang beban. Sehingga perlu dikombinasikan rotan sintetis dengan rancangan struktur kayu, besi, atau aluminium,” tandasnya. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono