Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Aktif Kenalkan Olahraga Bridge lewat Akun Instagram

Ali Sodiqin • Senin, 28 Maret 2022 | 00:00 WIB
aktif-kenalkan-olahraga-bridge-lewat-akun-instagram
aktif-kenalkan-olahraga-bridge-lewat-akun-instagram


KARTU remi kerap kali didefinisikan sebagai perangkat aktivitas perjudian. Padahal di dunia olahraga, kartu remi menjadi cabang yang cukup diminati, terutama oleh masyarakat elite di dunia. Citra itulah yang berusaha diubah oleh Ayu Sastri Nurtiah.



Dara berusia 24 tahun tersebut merupakan salah satu atlet bridge yang pertama muncul di Banyuwangi. Tahun 2015 lalu, Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Banyuwangi dibentuk. Kala itu, Banyuwangi menjadi tuan rumah penyelenggara tunggal event Porprov Jawa Timur.



Sebagai tuan rumah, tentunya Banyuwangi harus menyiapkan atlet hampir untuk seluruh nomor lomba yang dipertandingkan. Termasuk untuk cabor bridge.



Ayu yang saat itu masih duduk di kelas 2 SMAN 1 Banyuwangi tertarik untuk mempelajari olahraga permainan kartu tersebut. Bulan Maret 2015, Ayu mulai belajar dan berlatih menguasai bridge, meski akhirnya tak bisa menyumbang medali untuk Banyuwangi. Momen itu justru menjadi titik balik menekuni olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi tersebut. ”Waktu itu ada 10 pasang atlet yang disiapkan turun di porprov. Kita kalah karena lawannya sudah memiliki jam terbang tinggi,” kata mahasiswi FKIP Untag Banyuwangi itu.



Sejak saat itu, Ayu berusaha menguasai teknik bermain bridge dengan lebih baik. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan agar bisa menguasai bridge. Selain konsentrasi yang kuat, bridge yang dimainkan secara berpasangan bisa melatih para atlet bekerja sama. Atlet harus bisa menebak kartu apa yang akan dikeluarkan pasangannya dalam setiap permainan. ”Ada istilah bidding di dalam permainan, saat itu keputusan harus tepat. Apalagi, saat bermain kita tidak bisa berkomunikasi dengan pasangan. Butuh konsentrasi yang kuat,” jelasnya.



Proses latihan bridge, menurut Ayu, membutuhkan banyak tenaga dan pikiran. Sekali berlatih, wanita yang memiliki hobi bersepeda itu membutuhkan waktu hingga berjam-jam. Bagian tersulit yaknidia harus terus berlatih keras.



Hingga kini, tak banyak orang yang memainkan olahraga bridge. Masih banyak orang yang mengaitkan olahraga bridge dengan judi. Ayu mengaku kesal dengan anggapan tersebut.



Dengan caranya sendiri, Ayu terus mengenalkan bridge ke masyarakat. Mulai dari aktif membagikan aktivitas latihannya di Instagram, hingga menjelaskan kepada teman-temannya dari mulut ke mulut.



Ayu yang kini memiliki lisensi sebagai pelatih bridge, ingin masyarakat memahami jika bridge adalah olahraga yang positif. Sama seperti permainan catur yang juga membutuhkan strategi dan konsentrasi. ”Olahraga bridge sangat bermanfaat untuk mencegah kepikunan. Saya ingin punya kesempatan lebih luas mengembangkan bridge. Minimal membuat orang tahu dan tertarik berlatih,” ujar semifinalis Porprov Jatim 2019 itu. 


Editor : Ali Sodiqin
#olahraga