Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pantai Banyuwangi Kaya Spot Memancing Berkelas

Ali Sodiqin • Selasa, 22 Februari 2022 | 23:30 WIB
pantai-banyuwangi-kaya-spot-memancing-berkelas
pantai-banyuwangi-kaya-spot-memancing-berkelas


BANYUWANGI - Satu lagi potensi Banyuwangi terkuak. Banyak warga yang belum menyadari, bahwa kabupaten the Sunrise of Java ini ternyata termasuk salah satu jujugan para ”mancingmania” dari luar daerah.



Dengan panjang pantai sekitar 170 Kilometer, wajar Bumi Blambangan punya banyak spot memancing andalan. Ini diakui salah satu mancingmania Banyuwangi, Agus Achmad Hanief.



Menurut Hanief, Banyuwangi memiliki banyak spot memancing. Khususnya spot memancing di laut. ”Spot memancing tersebut bukan hanya berlokasi di wilayah perairan selatan, tetapi juga di kawasan Selat Bali dan sekitarnya,” ujar lelaki yang akrab disapa Iyek.



Namun demikian, di antara sekian banyak spot memancing, ada dua lokasi yang bisa dikategorikan kategori best of the best-nya Banyuwangi, yakni kawasan perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo dan perairan Pancer, Kecamatan Pesanggaran. ”Karena variasi ikan di dua spot tersebut relatif masih lengkap, misalnya ikan amberjack, giant trevally (GT) alias putihan, kerapu, dan lain sebagainya,” ujar pria asal Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi ini.



Bukan hanya lantaran jenis ikannya yang masih relatif lengkap, Iyek menyebut, perairan Grajagan dan Pancer juga memiliki spot yang cocok untuk beragam teknik memancing. Baik teknik jigging (teknik memancing dengan menggunakan umpan jig alias umpan tiruan yang terbuat dari timah pemberat, Red) maupun teknik popping (teknik memancing dengan menggunakan top water artificial lure atau umpan buatan mengapung di atas air, Red).



Tak heran, selain para pemancing asal seantero Banyuwangi, kawasan perairan Grajagan dan Pancer juga kerap menjadi jujugan para pemancing asal luar kabupaten. ”Terutama di musim-musim tertentu, seperti musim ikan layur dan musim ikan kenyar,” kata itu.



Iyek menambahkan, para pemancing tersebut datang ke perairan Grajagan di Purwoharjo atau ke perairan Pancer di Pesanggaran, bukan hanya untuk menyalurkan hobi. Lebih dari itu, mereka datang dengan tujuan mendapatkan penghasilan dari memancing. ”Istilahnya, mereka ngomzet. Karena harga ikan layur, kenyar, dan kerapu relatif tinggi,” bebernya.



Ikan layur, misalnya, ikan jenis ini biasa dijual ke pengepul seharga Rp 50 ribu sampai Rp 65 ribu per kilogram (kg). Sedangkan harga ikan kenyar dari pemancing ke pengepul berkisar antara Rp 22 ribu sampai Rp 25 ribu per kg. ”Untuk ikan kerapu, harganya malah lebih tinggi lagi, yakni sekitar Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per kg.



Karena harga yang relatif mahal dan ditopang hasil memancing yang melimpah, imbuh Iyek, maka penghasilan yang didapat jauh lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan. ”Biasanya mereka menyewa perahu berkapasitas empat sampai lima orang. Biaya sewa perahu sebesar Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta. Mereka sewa secara patungan. Jika hasil memancing melimpah, maka uang yang didapat jauh lebih besar dari total biaya yang mereka keluarkan,” ujar Iyek.



Selain Grajagan dan Pancer, beberapa titik di perairan Banyuwangi juga kerap dikunjungi para pemancing. Di antaranya di kawasan Pulau Tabuhan di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo dan Pulau Menjangan yang sudah masuk perairan Bali Barat. ”Karena lokasinya relatif dekat dengan pusat kota Banyuwangi, maka spot ini kerap menjadi jujugan teman-teman pemancing asal wilayah Kecamatan Banyuwangi dan beberapa kecamatan sekitar,” pungkasnya. 


Editor : Ali Sodiqin
#cari ikan