Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Laptem Kumendung; Tempat Latihan Tempur hingga Perlombaan

Ali Sodiqin • Sabtu, 11 Desember 2021 | 20:30 WIB
laptem-kumendung-tempat-latihan-tempur-hingga-perlombaan
laptem-kumendung-tempat-latihan-tempur-hingga-perlombaan


BANYUWANGI patut berbangga karena memiliki lapangan tembak standar. Lapangan tembak di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar ini, kerap digunakan latihan menembak oleh TNI dan Polri.



Lapangan Tembak (Laptem) Perbakin Bumi Blambangan ini terletak di Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Lapangan tembak yang berada di sekitar tambak ini menjadi salah satu tempat pusat latihan personel TNI dan kepolisian.



Lokasinya cukup luas. Tempat latihan menembak ini berada di dataran rendah. Di tempat ini, dapat melakukan shooting range senapan angin dan senjata api (senpi). Lapangan tembak ini tentunya sudah sesuai standar Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) sangat layak digunakan untuk menembak, dengan panjang jarak 100 meter, 25 meter, dan tembak pistol dengan jarak 14 meter dari titik tembak ke sasaran. ”Lapangan tembak ini biasanya dimanfaatkan untuk latihan militer dan umum dalam hal ini Perbakin,” ungkap David Wijaya Tjoek, pemilik lapangan tembak.



Selain untuk latihan menembak, lapangan tembak ini juga berfungsi untuk menyambung tali silaturahmi dengan beberapa komunitas dan masyarakat. Dengan adanya lapangan tembak ini, bisa mengantarkan para pelajar atau pun komunitas untuk mengikuti lomba baik di level nasional maupun internasional.



Lapangan tembak Kumendung ini dikelilingi dinding tanah setinggi lebih dari lima meter. Khusus pada bagian sasaran, tinggi dinding gundukan tanah seperti bukit dengan tinggi sekitar delapan meter. Sehingga bila peluru melesat ke luar jauh dari titik sasaran tembak, maka dinding bukit tanah mampu menahan peluru jika penembak tak mampu menguasai senjata api.



Lapangan tembak tersebut juga jauh dari permukiman warga. Karena lokasi laptem berada di dekat pantai dan di antara kolam tambak udang. Lokasi areal lapangan tembak juga tidak bisa diakses sembarangan oleh warga. Sebab berada di lokasi tambak udang yang dikelilingi pagar dan dijaga ketat sekuriti. ”Kalau dari sisi keamanan sudah sangat ketat, jadi cukup aman untuk berlatih menembak,” kata David.



Dengan adanya lapangan tembak ini, lanjut David, ke depan bisa dimanfaatkan untuk sarana latihan dan penyaluran hobi menembak serta mengintensifkan bibit-bibit atlet tembak berbakat dari Banyuwangi.



Sementara itu, lapangan tembak di Kumendung ini juga telah banyak dimanfaatkan untuk latihan personel TNI dan Polri. Dalam latihan menembak biasanya para prajurit TNI diberi kesempatan menggunakan senjata pistol dan senapan organik laras panjang.



Selama menggelar latihan, personel TNI juga akan menyertakan undangan untuk memberi pengalaman kepada para undangan merasakan sensasi menembak menggunakan senjata api. Dengan kegiatan ini, dapat membangun sinergi yang baik antara TNI dengan instansi lain dan merawat kekompakan.



Untuk para tamu undangan ini, jelas David, juga diminta menembak dari jarak 100 meter dengan sasaran. Untuk tamu undangan, ketika berlatih menembak akan didampingi anggota TNI yang memiliki keahlian mengoperasikan senjata api.



Sebelum latihan menembak, biasanya para tamu juga diberi pengetahuan dasar-dasar menggunakan senjata api. Juga diberi arahan serta didampingi secara ketat karena masih pemula.



Salah satu undangan yang ikut dalam latihan menembak, Salis Ali, 30, mengaku senang bisa menjajal senjata api laras panjang milik TNI. ”Saya senang sekali, punya kesempatan menggunakan senjata api didampingi ahlinya,” katanya.



Setiap personel melakukan shooting dengan tiga gaya, yakni tiarap, duduk, dan berdiri. Setiap posisi diwajibkan membidik sasaran dengan sepuluh peluru. Skor hasil bidikan mereka juga langsung dicatat dan dievaluasi. 


Editor : Ali Sodiqin
#muncar