Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Memakai Gelang; Dari Status, Solidaritas, Aksesoris, hingga Mistis

Ali Sodiqin • Senin, 15 November 2021 | 14:35 WIB
memakai-gelang-dari-status-solidaritas-aksesoris-hingga-mistis
memakai-gelang-dari-status-solidaritas-aksesoris-hingga-mistis


GELANG punya bermacam fungsi. Dilihat dari sejarah perkembangannya, gelang bisa menunjukkan status seseorang. Bahkan kini, gelang juga bisa jadi simbol solidaritas.



Perhiasan gelang sudah ada sejak lama. Mungkin saja sudah berkembang setua peradaban manusia. Misalnya perhiasan zaman prasejarah berupa manik-manik batu, yang kemungkinan besar dijalin sebagai gelang atau kalung.



Dari data di Wikipedia, gelang emas berukir kumbang scarab sudah ada sejak tahun 5000 Sebelum Masehi (SM) di Mesir Kuno. Gelang-gelang emas juga ditemukan pada peradaban lain seperti peradaban Babylonia, Persia, Yunani Kuno, Romawi Kuno, India, dan Cina Kuno.



Sementara itu di Indonesia, banyak suku bangsa Nusantara seperti Batak, Nias, Dayak, suku di Sumbawa, dan lain sebagainya, telah mengenal perhiasan seperti gelang, kalung, dan mahkota sejak dulu. Semua perhiasan itu sebagai bentuk aksesori penanda status, khususnya bagi raja atau kepala suku.



Selanjutnya, pada kebudayaan klasik periode Hindu-Buddha Indonesia di Pulau Jawa dan Bali, gelang juga merupakan salah satu perhiasan atribut penanda status orang yang mengenakannya. Kaum bangsawan, keluarga raja, dan orang kaya mengenakan gelang emas sebagai perhiasan dan penanda status sosial.



Gelang telah digunakan sepanjang sejarah oleh laki-laki dan perempuan. Digunakan baik sebagai perhiasan atau untuk menandai berbagai perbedaan di banyak kebudayaan. Pada beberapa kebudayaan, gelang dapat menandakan status dan kelas sosial penggunanya.



Kaum bangsawan, keluarga raja, atau orang kaya biasanya menggunakan gelang mewah dari logam mulia seperti emas dan perak dan berhias permata. Sementara dalam kebudayaan Timur Tengah kuno dan Romawi Kuno, gelang atau kalung pengikat leher khusus dikenakan oleh kaum budak untuk menandai status mereka.



Sementara itu, kini pada zaman modern, gelang dapat juga dicantumkan label, tag, atau lembar yang tertulis identitas orang yang mengenakannya. Penggunaan seperti ini misalnya gelang pasien rumah sakit atau gelang tag pada penonton konser atau tamu klub.



Penggunaan lainnya misalnya gelang persahabatan, gelang yang sama yang dikenakan sepasang atau sekelompok sahabat. Atau gelang karet warna-warni yang menunjukkan tema solidaritas tertentu, seperti solidaritas HIV-AIDS, nasionalisme, atau tema solidaritas lainnya.



Editor : Ali Sodiqin