DARI sekian banyak macam gelang, yang paling disukai perempuan adalah gelang emas. Selain untuk mempercantik penampilan, logam mulia ini juga bisa dijadikan investasi.
Gelang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata tersebut bermakna barang yang berbentuk lingkaran atau cincin besar. Masih dalam KBBI, kata gelang juga bermakna perhiasan (dari emas, perak, dan sebagainya) berbentuk lingkaran yang dipakai di lengan atau di kaki.
Namun diakui atau tidak, dalam kehidupan keseharian, gelang –terutama gelang emas–, diasosiasikan dengan kalangan perempuan. Bukan hanya sebagai perhiasan untuk mempercantik diri, sebagian orang mengaitkan gelang atau perhiasan emas tersebut dengan simbol kesejahteraan bagi perempuan.
Desi, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi mengatakan, dibandingkan perhiasan jenis lain, gelang bisa dikatakan merupakan perhiasan yang perlu dibeli di urutan belakangan. Yakni setelah anting-anting yang dinilai sangat perlu dimiliki agar lubang di daun telinga perempuan tidak sampai buntu dan cincin sebagai penanda seseorang telah menikah atau memiliki pasangan.
Karena itu, kata Desi, tidak sedikit perempuan yang memiliki gelang, namun perhiasannya itu tidak digunakan sehari-hari. ”Biasanya disimpan. Hanya saat acara-acara tertentu gelang tersebut saya gunakan,” kata dia.
Menurut Desi, selain untuk perhiasan, gelang emas juga bermanfaat untuk investasi. Sebab, dibandingkan barang lain, harga perhiasan berbahan emas cenderung stabil alias tidak terlalu merosot jika dijual kembali. ”Misalnya kita beli gelang seharga Rp 1 juta. Asal surat bukti pembelian dari tokonya tidak hilang, maka saat gelang itu kita jual kembali di toko tempat kita membeli, harganya hanya turun Rp 20 ribu,” kata dia.
Yuni, warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi menuturkan, beberapa tahun lalu dirinya pernah membeli gelang emas berwarna putih di salah satu toko perhiasan di Banyuwangi. Gelang tersebut lantas dia jual saat harga emas murni di pasar dunia meroket pada kisaran Agustus 2021 lalu. ”Bukannya rugi, saat gelang itu saya jual, saya malah dapat untung,” ujarnya tanpa menyebut nominal yang dia dapat saat itu.
Editor : Ali Sodiqin