MUNCAR – Memelihara ikan di kolam menjadi salah satu kegiatan yang digemari. Namun bila modal terbatas, disarankan membuat kolam dari bahan terpal. Ini merupakan solusi praktis, murah, efisien, dan menguntungkan.
Budi daya ikan konsumsi dan ikan hias menjadi salah satu kegemaran masyarakat selama pandemi Covid-19. Maklum, selama pandemi masyarakat dituntut untuk tetap berada di dalam rumah dan kegiatan ke luar rumah dibatasi.
Memelihara ikan hias menjadi salah satu alternatif yang kini mulai banyak digemari dan diminati masyarakat Indonesia. Salah satu jenis ikan hias yang sering dipelihara adalah ikan koi. Karena hanya bersifat sementara dan tidak permanen, budi daya ikan koi tidak dilakukan di kolam permanen. Melainkan di kolam terpal yang dinilai lebih praktis, murah, mudah, dan efisien.
Meski terlihat sepele dan mudah, dalam pembuatan kolam terpal ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan. Sebelum membuat kolam ikan menggunakan bahan terpal, sebaiknya memilih lokasi yang dekat dengan sumber air. Hal ini bertujuan untuk memudahkan saat melakukan pergantian air dan membersihkan kolam.
Hal lain yang diperhatikan yakni lokasi kolam jauh dari hewan predator. Hal ini untuk mencegah munculnya pemangsa seperti biawak dan hewan pemangsa lainnya. ”Kalau bisa lokasi kolam yang mudah dijangkau dan memiliki akses yang memadai agar mudah saat melakukan pengangkutan bibit ikan koi, maupun saat melakukan pemanenan,” ungkap Joko Gondrong, pemilik kolam terpal asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
Pembuatan kolam terpal sangatlah mudah, bisa dilakukan sendiri atau dengan membeli di toko kolam terpal. Ada dua opsi kolam terpal yakni model tanam di dalam tanah dan di atas tanah. Bedanya jika di dalam tanah maka harus digali terlebih dahulu baru dilapisi terpal.
Namun jika kolam berada di atas tanah, maka membutuhkan rangka dari besi atau kayu pada bagian samping kolam. Bagian terpal dikaitkan dengan rapat agar tidak sampai bocor. Selanjutnya, di bagian bawah agar permukaan rata, maka sebaiknya diuruk menggunakan pasir dan bekas gergajian kayu.
Pemilihan lokasi untuk kolam ikan koi, kata Joko, sebaiknya dengan sirkulasi udara yang baik dan dapat dijangkau sinar matahari agar kualitas air tetap terjaga. Jumlah kolam terpal yang akan dibuat juga bisa disesuaikan dengan jumlah ikan yang akan dipelihara.
Ukuran kolam terpal sebaiknya ditentukan dengan baik agar pemeliharaan ikan koi bisa dilakukan dengan tepat. Biasanya ukuran kolam untuk pemeliharaan ikan koi memiliki lebar empat meter dan panjang lima meter, dengan ketinggian satu meter. Kolam dengan ukuran tersebut, membutuhkan terpal dengan ukuran 6 x 7 meter. Dalam memilih terpal yang akan digunakan sebagai kolam, sebaiknya pilihlah dari bahan yang halus.
Setelah kolam selesai dibuat, maka tinggal lengkapi kolam tersebut dengan aerasi dan filter. Sistem aerasi dan filter kolam terpal juga cukup mudah dengan hanya menggunakan drum plastik.
Biasanya, di dalamnya telah diisi dengan berbagai jenis filter kolam koi. Filter itu terdiri dari jaring nelayan, japmat, batu zeolit, kapas filter, batu apung, karang jahe, dan pompa air. ”Pompa air sebaiknya juga menyesuaikan ukuran kolam, untuk menghitung debit air yang disaring setiap jam. Sehingga air akan tampak lebih bersih, jernih, dan tidak bau. Selain itu, kadar oksigen air juga bagus untuk ikan agar lebih sehat,” tandasnya.
Editor : Ali Sodiqin