Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kolam Dinding Air Terjun, Pernah Populer saat Booming Batu Alam

Ali Sodiqin • Senin, 8 November 2021 | 18:35 WIB
kolam-dinding-air-terjun-pernah-populer-saat-booming-batu-alam
kolam-dinding-air-terjun-pernah-populer-saat-booming-batu-alam


BANYUWANGI – Mengubah dinding menjadi air terjun pernah populer beberapa tahun lalu. Saat batu alam sedang naik daun. Kolam ikan jenis ini, cocok untuk penyejuk di dalam ruangan.



Dekorasi kolam ikan dengan tambahan berupa air terjun dinding minimalis, merupakan salah satu komponen yang memberikan kesan eksotik. Fungsinya juga bagus untuk menyegarkan suasana di dalam rumah.



Dengan menambahkan air terjun dinding minimalis di bagian tertentu dari rumah, maka bisa jadi tambahan keindahan yang tidak biasa. Membuat air terjun dinding minimalis ini juga tak begitu sulit. Apalagi jika Anda berpengalaman dalam bidang desain eksterior.



Dengan hiasan air terjun ini pasti membantu mewujudkan rumah idaman. Secara umum, bahan yang digunakan untuk membuat air terjun dinding ada dua, yaitu kaca dan batu alam. Untuk material kaca paling sering digunakan pada air terjun dinding minimalis yang diletakkan di dalam rumah.



Air terjun dinding memberikan efek suara gemericik air. Tentu akan menghadirkan suasana relaksasi pada hunian. Unsur air merupakan elemen penting yang bisa menimbulkan suasana tenang, nyaman, serta meneduhkan pada sebuah kediaman. Itulah beberapa alasan, banyak penghuni rumah ingin membuat kolam, pancuran air, atau water wall (dinding air).



Selain menghadirkan keteduhan, air terjun dinding ini dan tidak membutuhkan lahan yang luas. Tampilan water wall juga akan mempercantik dinding dan mudah terlihat sehingga lebih mudah dinikmati. Batu alam sering dipakai sebagai material penyusun air terjun dinding pada eksterior rumah, terutama bagian depannya.



Rumah yang memiliki air terjun dinding batu alam di dalamnya tentu terasa lebih segar. Juga sebagai elemen dekoratif yang akan menjadikan tampilan rumah semakin asri dan indah.



Water wall dibuat menyatu dengan kolam. Bukan hanya berfungsi sebagai elemen estetik, air mancur atau air terjun ini juga berguna untuk menciptakan kadar oksigen dan meregenerasi kualitas air. ”Ikan yang ada di dalam kolam pun bisa jadi lebih sehat karena air sudah tersaring dari kotoran,” ujar Arif Rahman Mulyadi, pemilik kolam.



Air mancur dinding batu alam sendiri akan tampak lebih menarik jika seragam dengan tampilan kolam tersebut. Sehingga dalam memilih jenis dan warna batu alam yang digunakan pada permukaan kolam, juga harus selaras dengan yang digunakan untuk dinding air terjun. ”Kalau untuk dinding air terjun tekstur batunya ada guratan mirip garis-garis, sehingga saat air mengalir akan terlihat di sela-sela guratan batu,” katanya.



Agar desain air terjun dinding rumah lebih terkesan natural, bisa dipadukan dengan sebuah taman air terjun batu alam di dalamnya. Bisa juga dengan meletakkan beberapa jenis tanaman idola di sekitar air terjun dinding tersebut. Bisa diberikan sentuhan tanaman atau pun bunga sebagai taman minimalis di sisi yang terlihat pada area air terjun dinding.



Kesan eksotik dan romantis juga bisa dimunculkan dengan permainan lampu di area air terjun dinding. Pencahayaan di area air terjun ini bisa menggunakan lampu sorot, dimaksudkan agar tetap bisa menikmati keindahan air terjun ini pada malam hari. Sementara di bagian pilar atau samping dinding air terjun bisa diberikan hiasan lampu tempel dinding.



Yang perlu diperhatikan ketika menggunakan batu alam, sebaiknya memilih batu yang memiliki pori-pori padat. Bila perlu, lapisi dengan coating agar tidak ditumbuhi jamur dan lumut. Namun demikian, dalam pembuatan water wall ini juga bisa diberikan hardscape dan softscape, maka tampilan water wall akan menjadi semakin cantik.



Contoh hardscape yaitu batu-batuan alam, guci, dan rumah lampu. Sedangkan contoh softscape yaitu tanaman sirih belanda, anthurium, dan melati air. ”Biayanya tidak terlalu mahal, tergantung ukuran dan jenis bahan yang digunakan,” tandasnya. 


Editor : Ali Sodiqin