BLIMBINGSARI – Rumah yang dilengkapi dengan kolam ikan di pekarangannya merupakan impian banyak orang. Keberadaan kolam menciptakan suasana tempat tinggal yang lebih asri dan nyaman dihuni.
Seperti suasana halaman belakang rumah milik pasangan suami istri (pasutri) Ahmad Zulfi dan Rina Novi Cahyani. Warga Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, ini berhasil menyulap lahan pekarangan menjadi kebun mini yang dilengkapi dengan kolam koi yang sejuk dan asri.
Kolam ikan dengan panjang mencapai lima meter dan lebar 1,5 meter ini cukup asri. Di samping kolam terdapat aneka jenis tanaman hijau yang membuat suasana sejuk dan asri. Apalagi, air terjun kolam disusun dari bahan alam seperti batu yang banyak ditemui di sungai. ”Suasananya memang lebih suka yang alamiah,” ungkap Ahmad Zulfi.
Kolam ikan koi yang berada di halaman belakang rumahnya itu awalnya berukuran kecil. Namun, karena masih ada luas tanah kosong tersisa, dia memutuskan untuk memperluas kolam ikan koi miliknya dengan harapan agar ikan bertambah besar dan memiliki ruang yang cukup untuk berenang.
Untuk mengubah kolam ikan memang tidak mudah. Apalagi bahan yang digunakan adalah semen. Kolam semen dipilih karena memiliki struktur yang kuat dan bisa bertahan lama. Namun dalam praktiknya, membuat kolam ikan menggunakan semen tidak semudah yang dikira. Kolam tersebut bisa mengalami masalah. Salah satunya yaitu kebocoran yang terjadi secara mendadak. Kolam yang semula kokoh tiba-tiba menjadi bocor.
Oleh sebab itu, sebaiknya dalam membuat adukan, semen untuk pembuatan kolam ikan harus lebih dominan. ”Sebaiknya kita lebihkan komposisi semennya sehingga bisa terbentuk kolam yang sangat kuat dan kokoh,” jelas Ahmad Zulfi.
Untuk pasangan bata, pasir, dan semen masih tetap. Hanya perbandingan semen harus lebih dominan agar struktur bangunan kolam lebih kuat dan kokoh. ”Sebaiknya untuk plesteran menggunakan beton cor campuran pasir dan semen tinggal permukaannya diaci dengan semen halus. Kuncinya ada pada semen,” tegas bapak dua anak ini.
Agar kualitas air terjaga, dalam pembuatan kolam ikan juga wajib ada sistem filter penyaring kotoran. Semakin banyak kotak filter air, kualitas air yang dihasilkan juga lebih bagus. ”Kebetulan untuk kolam saya ada delapan kotak penyaring yang berisi jaring, batu apung, dan arang,” katanya.
Meski kolam ikan terbuat dari semen, pada bagian atas kolam juga tetap diberikan sentuhan alam dengan menggunakan batu sungai yang ditata di samping kanan dan kiri kolam. Termasuk pada bagian air terjun yang menimbulkan suara gemericik air. ”Kalau ada bahan alam, maka kesan alamiah muncul termasuk dengan aneka jenis tanaman yang mudah ditemukan di alam,” tandas Ahmad Zulfi.
Editor : Ali Sodiqin