RadarBanyuwangi.id - Golok. Begitu sebagian orang menyebut pisau berbentuk persegi yang lebar dan berat ini. Namun, ada pula yang menyebut gaman ini dengan sebutan pisau koki Cina. Sebab, pisau dengan bentuk serupa kerap kali digunakan juru masak asal Tiongkok sebagai pisau serbaguna.
Di kalangan masyarakat Banyuwangi, terutama di tukang jagal atau penjual daging, pisau ini biasanya hanya digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu. Misalnya untuk memotong daging berukuran besar menjadi ukuran kecil. Karena itu, sebagian orang menyebut pisau ini dengan sebutan pisau daging.
Selain itu, lantaran bentuknya yang lebar dan bobotnya yang relatif berat, pisau jenis ini juga kerap dijadikan ”senjata” andalan tukang jagal, penjual daging, atau masyarakat umum untuk memotong tulang. Fungsi untuk memotong tulang tersebut juga ditopang gagang yang cenderung lebih kukuh dibandingkan pisau jenis lain.
Selain itu, sebagian masyarakat juga menggunakan pisau yang dalam bahasa Inggris bernama cleaver knife ini untuk mencincang makanan atau sayuran.
Di pasaran, pisau golok ini cukup bervariasi. Baik dari segi bahan bakunya maupun dari segi gagang pisau tersebut. Ada pisau golok yang terbuat dari stainless steel, ada pula yang terbuat dari baja. Sedangkan dari segi gagang, ada yang menyatu mulai ujung pisau hingga pangkal gagang, ada pula yang dibuat terpisah. Misalnya pisaunya terbuat dari baja, sedangkan gagangnya terbuat dari kayu.
Sucipto, pandai besi asal Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, mengatakan bahwa biasanya, pisau golok yang menyatu dengan gagangnya tersebut merupakan hasil produksi pabrikan. ”Bahan pembuatnya kebanyakan stainless steel,” ujarnya.
Sebaliknya, kalangan pandai besi yang membuat pisau dengan cara ”tradisional” biasanya memproduksi golok dari bahan baja, sedangkan gagang golok tersebut terbuat dari kayu. ”Pisau golok yang terbuat dari baja ini memiliki keunggulan dibandingkan yang terbuat dari stainless steel, yakni lebih tajam,” akunya.
Di sisi lain, pisau golok berbahan stainless steel juga memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan pisau berbahan lain, yakni tahan terhadap korosi dan tidak mudah berkarat. (sgt/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin