Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sogok Ontong: Si Mungil Pemakan Air Gula

Ali Sodiqin • Senin, 17 Mei 2021 | 23:00 WIB
sogok-ontong-si-mungil-pemakan-air-gula
sogok-ontong-si-mungil-pemakan-air-gula


RadarBanyuwangi.id – Salah satu jenis burung liar yang kini dirawat dalam sangkar adalah sogok ontong. Burung ini menjadi primadona bagi penghobi burung sebagai bahan master burung berkicau lomba.



Burung bertubuh mini ini memiliki alunan suara yang sangat indah dan merdu. Cocok menjadi master suara untuk jenis burung-burung lomba seperti halnya murai batu, kacer, cucak ijo, dan berbagai jenis burung lainnya.



Sogok ontong merupakan burung pemakan nektar. Burung ini memiliki ciri khas suara ngerol diiringi cengkok yang sangat bagus. Tak heran, jika dalam memaster burung-burung kesayangan, para penghobi lebih banyak memakai jenis burung asli jika dibandingkan dengan menggunakan versi audio. ”Kalau master menggunakan burung langsung lebih cepat ngisi,” ungkap Bowo, 45, penghobi burung di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.



Burung sogok ontong yang sudah lama diperlihara, pasti akan sangat berbeda jika dibandingkan dengan sogok ontong yang baru dipelihara. Burung sogok ontong yang sudah dirawat lama, umumnya seluruh bulu menjadi pudar atau kusam. Penyebabnya karena burung mengalami gangguan pada pigmen. Hal ini disebabkan karena asupan yang pakan sehari-hari. Burung sogok ontong pada saat berada di alam liar memakan nektar. Sehingga warna bulunya bisa menjadi sangat cerah dan juga kontras.



Namun, jika burung tersebut dirawat dalam sangkar atau dipelihara, maka sogok ontong tidak bisa lagi makan makanan pokoknya tersebut. Pada umumnya, pemilik burung sogok ontong hanya memberikan susu yang kental, air gula, atau madu sebagai asupan makanan harian. Padahal sebenarnya sogok ontong di alam liar tidak pernah memakan makanan tersebut. Sehingga hal ini sangat berpengaruh pada kecerahan warna bulu burung. ”Untuk pakan sesekali diberi air gula sebagai sumber tenaga burung ditambah kroto setiap seminggu dua kali,” jelas Bowo.



Tak hanya itu, air gula dan pemberian kroto penting diberikan pada burung sogok ontong karena bisa meningkatkan frekuensi bunyi burung agar lebih gacor. Selain air gula dan kroto, pakan alami burung sogok ontong di antaranya buah pisang dan kismis. ”Untuk pemberian buah pisang bisa diatur cukup mengambil seukuran jempol tangan orang dewasa dan dimasukkan ke dalam cepuk. Untuk buah kismis diperas diambil airnya dan dimasukkan ke dalam cepuk selanjutnya berikan pada burung,” tandasnya. (ddy/bay/c1)


Editor : Ali Sodiqin