RadarBanyuwangi.id – Salah satu burung liar yang kini mulai diburu untuk dirawat karena memiliki keindahan suara yang merdu adalah burung pleci. Meski posturnya mungil, pleci memiliki suara lantang dan merdu.
Kelebihan pleci yang bersuara lantang itu membuatnya banyak dicari para penghobi kicau mania. Bahkan, burung yang memiliki ciri fisik lingkaran putih di sekitar matanya ini, kerap diikutsertakan dalam kontes kicau burung.
Salah satu jenis pleci lokal yang diburu di Banyuwangi adalah pleci dari daerah Songgon. Cukup banyak masyarakat yang mencari burung jenis ini di bidak toko burung. Harganya relatif murah, yakni berkisar Rp 20 ribu per ekor. Namun demikian, tak mudah untuk bisa mencari burung pleci jantan dan betina.
Jika pas mendapatkan burung yang memiliki mental bagus, merupakan keuntungan bagi pemiliknya. Merawat burung pleci ombyokan yang dibeli dari pasar, bukan perkara mudah. Makanan burung pleci harus benar-benar diperhatikan agar dia tetap sehat. Agar kualitas suara burung tetap lantang, indah, dan merdu harus dipilih makanan yang berkualitas. Untuk mendukung kicauan yang merdu dan gacor, makanan burung pleci tak boleh diabaikan begitu saja. Makanan burung pleci yang baik bisa membuat burung lebih sehat dan menghasilkan suara merdu.
Makanan burung pleci di habitat aslinya bisa berupa buah, sayur, dan serangga. Maka, makanan harian burung juga harus disiapkan sesuai di alam liar untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Buah-buahan segar yang mengandung vitamin dan mineral bisa menjadi makanan burung pleci setiap harinya.
Vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah dapat mendukung pertumbuhan dan menambah stamina burung. Buah-buahan yang cocok menjadi makanan burung pleci di antaranya adalah pisang kepok, apel, jeruk, dan buah naga. ”Kalau sudah terbiasa juga mulai dilatih makan sentrat dicampur dengan kroto,” ungkap Harsono, salah seorang penghobi burung pleci.
Sebelum diberikan pada burung, buah harus dicuci sampai bersih agar tidak terdapat kandungan kimia seperti pestisida yang dimungkinkan masih menempel pada permukaan buah. Kemudian buah dipotong dengan ukuran kecil agar mudah dimakan oleh burung.
Agar stamina burung tetap terjaga, kata Harsono, air minum burung juga disiapkan dua cepuk, yakni air putih bersih (air mineral) dan air isotonik sebagai doping burung agar kualitas burung tetap lantang dan terjaga. ”Ibarat manusia, jika burung makanan dan minumannya terpenuhi kemudian sangkar tempat tinggalnya bersih, burung akan senang dan pasti akan gacor terus seharian,” terangnya.
Jika mujur, burung pleci ombyokan yang dibeli seharga Rp 20 ribu, setelah dirawat dan gacor bisa laku terjual hingga Rp 400 ribu per ekor. Apalagi jika sampai kontes dan juara, maka harganya pun juga akan ikut terkerek naik. ”Pernah ada burung saya yang juara dan ditawar Rp 3 juta, karena kebutuhan ekonomi akhirnya saya jual beserta pialanya,” tandas Harsono. (ddy/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin