Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menuai Berkah dari Bunga Tabur

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Januari 2021 | 14:00 WIB
menuai-berkah-dari-bunga-tabur
menuai-berkah-dari-bunga-tabur

JawaPos.com - Tanaman bunga menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi warga di Dusun Gurit, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Bukan menjual bunga hias untuk orang yang masih hidup, melainkan bung tabur untuk keperluan ziarah kubur.

Pedagang bunga tabur banyak dijumpai di sepanjang jalan Dusun Gurit, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi. Para pedagang ini berjualan tidak hanya menunggu momentum hari tertentu saja, melainkan berjualan setiap harinya.

Lapak dagangan penjual bunga tabur semula hanya bisa dihitung jari. Namun, kini jumlahnya berubah hingga belasan. Mereka berjajar sedemikian rupa di tepi jalan raya, sambil memajang bunga tabur di atas meja sederhana. Isinya macam-macam, ada bunga melati, mawar, kenanga, kantil, cacahan daun pandan, dan pacar air. Para penjual biasanya berasal dari kalangan ibu-ibu.

Aktivitas para pedagang bunga tabur itu sudah mulai ditemukan mulai pagi hingga malam hari. “Keperluan pembeli bukan hanya untuk ziarah kubur saja, tapi juga ada yang untuk prosesi ritual selamatan,” ungkap Miswati, salah seorang pedagang bunga tabur.

Namun demikian, sebagai besar yang paling banyak disediakan adalah jenis bunga tabur yang kemudian dibawa ke makam untuk nyekar ke keluarga mereka yang sudah meninggal dunia. “ Kalau bunga tabur rata-rata sudah disiapkan dalam kantong kresek,” katanya.

Sementara untuk bunga yang masih dipajang ditaruh di meja adalah bunga yang masih segar seperti bunga mawar, bunga kenanga, dan bunga kantil. Yang paling banyak diburu untuk ritual biasanya memang tiga jenis bunga ini.

Dalam sehari, Miswati mengaku bisa meraup keuntungan hingga Rp 100 ribu dari jualan bunga di depan rumahnya. Bahkan, dia juga terkadang juga menyuplai para pedagang lain yang berjualan bunga di dalam pasar Rogojampi. “ Hampir seluruh warga punya kebun tanaman bunga yang setiap hari bisa diambil untuk dijual. Jadi bunga masih segar tidak layu,” jelasnya.

Pedagang lainnya, Sapiyah mengaku mengantongi uang hingga Rp.150 ribu dari menjual bunga tabur dan aneka bunga untuk kebutuhan ritual. Aktivitasnya sehari-hari hanya menjajakan bunga.

Apalagi saat menjelang datangnya bulan ramadan, omzet pedagang bunga tabur meningkat drastis. Dalam seminggu sekali yakni setiap hari Kamis malam Jumat pasti ramai, karena banyak yang berziarah ke makam keluarga dan leluhurnya. “Tradisi masyarakat Banyuwangi masih cukup kuat. Sehingga ada ritual sekecil apapun butuh bunga. Mulai melahirkan sampai meninggal semuanya butuh bunga,” pungkasnya. (ddy/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#bunga