RADARBANYUWANGI.ID - Kalau ngomongin tempe, pasti langsung kebayang tempe kedelai yang sering jadi lauk sehari-hari.
Tapi tahukah kamu kalau ada tempe lain yang nggak kalah enaknya? Namanya tempe menjes atau juga dikenal sebagai tempe gembus.
Tempe ini terbuat dari ampas tahu, jadi bisa dibilang hasil “daur ulang” makanan yang ternyata justru jadi camilan favorit banyak orang.
Rasanya gurih, teksturnya unik, dan harganya ramah di kantong. Tak heran kalau sampai sekarang tempe menjes masih gampang ditemui, terutama di Jawa Timur.
Tempe ini bahannya beda, bukan kedelai utuh, melainkan dari ampas tahu. Jadi, sisa padatan dari bikin tahu itu masih bisa dimanfaatkan. Caranya, ampas dicampur dengan ragi tempe lalu difermentasi sebentar. Hasilnya, jadilah tempe menjes dengan tekstur lembut dan rasa khas yang bikin nagih.
Menariknya, tempe menjes mulai banyak dikenal sejak zaman perang sekitar tahun 1940-an. Waktu itu, makanan agak susah dicari, jadi orang-orang memanfaatkan bahan seadanya.
Ampas tahu yang biasanya cuma jadi pakan ternak, diolah jadi makanan bergizi dan mengenyangkan. Kreatif banget, kan?
Meski cuma dari ampas tahu, kandungan gizinya lumayan juga. Ada protein, serat, karbohidrat, sampai lemak baik yang dibutuhkan tubuh.
Nggak heran kalau tempe menjes sering disebut sebagai camilan murah meriah tapi tetap menyehatkan.
Bahkan menurut beberapa sumber kesehatan, tempe menjes bisa bantu turunkan berat badan, bagus buat pencernaan, mengurangi risiko diabetes, sampai menjaga kesehatan jantung dan tulang. Jadi, jangan remehkan makanan sederhana ini ya, karena manfaatnya cukup banyak.
Soal rasa, biasanya tempe menjes paling enak digoreng dengan tepung tipis sampai garing. Ada juga yang dimasak tumis pedas biar lebih mantap. Karena teksturnya empuk dan agak rapat, tempe ini punya sensasi makan yang beda dengan tempe kedelai.
Tak heran kalau sampai sekarang tempe menjes masih jadi gorengan favorit di banyak daerah, terutama Surabaya dan Malang.
Harganya murah, gampang ditemui di warung, dan rasanya selalu bikin kangen. Banyak juga yang membagikan resepnya di internet karena memang gampang banget dibuat.
Singkatnya, tempe menjes adalah bukti kalau makanan enak nggak harus mahal dan ribet. Dari bahan sederhana yang dianggap sisa, lahir makanan khas yang bergizi, lezat, dan punya nilai budaya.
Bisa dibilang, tempe menjes ini salah satu camilan lokal yang legendaris dan tetap relevan sampai sekarang.
Pada akhirnya, tempe menjes bukan cuma sekadar camilan murah meriah. Dari bahan sederhana yang sering dianggap sisa, ternyata bisa lahir makanan bergizi dengan cita rasa khas.
Tak heran kalau sampai sekarang menjes masih dicari banyak orang, baik buat teman makan nasi maupun sekadar gorengan sore.
Jadi, kalau suatu hari kamu nemu tempe menjes di warung atau pasar, jangan ragu buat cobain. Siapa tahu justru bikin kamu ketagihan sama camilan tradisional satu ini.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin