RADAR BANYUWANGI - Rendang yang sedap tak harus dibeli di rumah makan Padang. Dengan 1 kilogram daging sapi, santan dari tiga butir kelapa, dan bumbu segar, hidangan kaya rempah ini bisa dibuat di rumah. Kuncinya ada pada api kecil dan kesabaran mengaduk hingga bumbu meresap.
Rendang berasal dari tradisi kuliner Minangkabau, Sumatera Barat. Daftar resmi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang dikelola pemerintah mencatat rendang sebagai karya budaya yang ditetapkan pada 2013. Status tersebut merupakan penetapan nasional, bukan daftar Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO.
Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam publikasi pada 26 April 2023 menulis, “Proses memasak rendang membutuhkan waktu yang cukup lama dan kompleks”. Karena itu, jangan hanya mengandalkan hitungan jam. Perhatikan juga warna, kekentalan, dan tekstur bumbunya.
Bahan-bahan
- 1 kg daging sapi, potong menjadi 8–10 bagian
- Santan hasil perasan 3 butir kelapa tua dengan air bersih secukupnya
- 100 g bawang merah dan 100 g bawang putih
- 150–250 g cabai merah (250 g untuk rasa lebih pedas)
- 3 cm jahe dan 5 cm lengkuas
- 2 sdm minyak untuk menumis
- 1–2 sdt garam, 1 sdt gula, dan penyedap rasa bila suka
- Opsional: 3 lembar daun jeruk, 2 batang serai (memarkan), 2 lembar daun salam, sepotong kecil kayu manis, 3 butir kapulaga, dan 2 butir cengkih
Cara membuat rendang
- Bersihkan daging, lalu potong cukup besar melawan arah serat agar mudah disantap dan tidak cepat hancur saat dimasak lama.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, dan lengkuas. Siapkan santan dari kelapa parut. Jika memakai rempah tambahan, cuci daun-daunan terlebih dahulu.
- Panaskan minyak di wajan tebal. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan serai, daun jeruk, daun salam, dan rempah tambahan jika digunakan. Aduk agar bumbu tidak gosong.
- Tuangkan santan secara bertahap sambil diaduk, kemudian masukkan daging. Tambahkan sebagian garam dan gula. Setelah mulai mendidih perlahan, kecilkan api.
- Masak sekitar 3–4 jam atau hingga daging empuk dan santan menyusut. Aduk berkala; ketika kuah mulai kental, aduk lebih sering sampai ke dasar wajan agar tidak hangus.
- Pada tahap kalio, bumbu masih relatif basah dan berwarna cokelat muda. Untuk rendang yang lebih kering, lanjutkan memasak sampai minyak santan tampak keluar dan bumbu berwarna cokelat tua serta melekat pada daging. Cicipi, lalu sesuaikan garam.
Pegiat kuliner Minang Dian Anugrah menekankan pentingnya bahan segar dan ketelatenan.
“Kunci memasak rendang lebih kepada kesegaran daging, bahan dan santan serta kesabaran dalam memasaknya,” ujarnya sebagaimana dikutip ANTARA pada 11 Agustus 2019.
Jika bumbu mulai mengering tetapi daging belum empuk, gunakan api lebih kecil dan aduk lebih sering. Hindari menambah air terlalu banyak sekaligus karena waktu pemasakan akan bertambah. Sajikan rendang bersama nasi hangat atau lauk pendamping sesuai selera.
Editor : Lugas Rumpakaadi