Rujak Soto hingga Sego Tempong, 5 Kuliner Khas Banyuwangi yang Punya Cerita Unik

M. Putra Rohali • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:41 WIB
Nasi tempong dengan ikan goreng, sayuran, dan sambal pedas, disajikan di restoran bercita rasa Banyuwangi di Denpasar. (Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons)
Nasi tempong dengan ikan goreng, sayuran, dan sambal pedas, disajikan di restoran bercita rasa Banyuwangi di Denpasar. (Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons)

RADAR BANYUWANGI - Kuah soto yang gurih berpadu dengan bumbu rujak dalam satu mangkuk. Di tempat lain, sambal segar yang pedas menjadi penentu kelezatan sepiring nasi. Dua sajian itu memperlihatkan bahwa kuliner Banyuwangi tidak hanya kaya rasa, tetapi juga memiliki cerita yang berakar pada tradisi masyarakat setempat.

Warisan tersebut mendapat pengakuan melalui pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Pada 24 Maret 2025, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menyerahkan surat pencatatan untuk rujak soto dan kue bagiak kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Keduanya melengkapi lima kuliner yang telah tercatat sebelumnya, yakni sego cawuk, sego tempong, pecel pitik, ayam kesrut, dan pecel rawon.

“Alhamdulillah, rujak soto dan kue bagiak sudah sah diakui secara hukum berasal dari Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, sebagaimana dikutip dari laman resmi pemkab pada 16 Mei 2025.

1. Rujak Soto, Dua Sajian dalam Satu Mangkuk

Rujak soto mempertemukan sayuran, lontong, tahu, dan tempe dengan bumbu rujak yang umumnya memakai kacang serta petis. Setelah bahan dicampur, kuah soto panas dituangkan di atasnya. Isian soto dapat berbeda antarwarung, termasuk pilihan daging atau babat.

Perpaduan yang tak biasa itu justru menjadi daya tarik. Saat Banyuwangi Travel Mart berlangsung pada 11 Juni 2025, rujak soto termasuk menu yang paling diminati pengunjung.

“Banyak yang penasaran karena rasanya yang unik, bagaimana rasa soto dicampur rujak,” ujar Kapten Bar Srengenge Wetan, Rizky Fadilla, kepada Kompas.com.

2. Pecel Rawon, Gurih Kluwek Bertemu Bumbu Kacang

Pecel rawon menggabungkan sayuran berbumbu kacang dengan kuah rawon yang gelap dan gurih. Warna khas rawon berasal dari kluwek. Ketika dua jenis bumbu itu bertemu, cita rasanya menjadi lebih berlapis: gurih, sedikit manis, dan kaya rempah.

Sajian ini telah menerima surat pencatatan KIK kategori Pengetahuan Tradisional pada 21 Desember 2023. Pencatatan tersebut menegaskan pentingnya mendokumentasikan resep yang hidup dalam keseharian warga Banyuwangi.

3. Sego Tempong, Sambalnya Jadi Bintang

Nama tempong dalam bahasa Osing berarti tampar. Istilah itu menggambarkan sensasi pedas sambal yang seolah menampar lidah. Sepiring sego tempong biasanya berisi nasi putih, sayuran rebus atau lalapan, tahu, tempe, serta lauk seperti ikan asin atau ayam.

Kekhasannya terletak pada sambal yang diulek menjelang disajikan. Cabai, tomat, terasi, dan bahan pelengkap diracik dalam keadaan segar. Pilihan lauk bisa berubah, tetapi sambal tetap menjadi pusat perhatian.

4. Sego Cawuk, Sarapan dengan Kuah Gurih

Banyuwangi juga memiliki sego cawuk, menu yang kerap disantap pada pagi hari. Nasi disajikan bersama kuah bercita rasa gurih, aneka pelengkap, serta parutan kelapa berbumbu. Sejumlah penyajian menambahkan telur, tahu, atau ikan.

Berbeda dari sego tempong yang mengandalkan sengatan cabai, sego cawuk menawarkan perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit manis. Hidangan ini menjadi salah satu cara mengenal tradisi sarapan masyarakat Banyuwangi.

5. Kue Bagiak, Oleh-Oleh yang Ikut Tercatat

Bukan hanya makanan berat, Banyuwangi juga memiliki kue bagiak. Camilan kering berbahan sagu ini dikenal dengan teksturnya yang renyah dan aroma rempah. Bagiak mudah dijumpai di toko oleh-oleh dan menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin membawa pulang cita rasa daerah.

Pada Agustus 2026, kuliner lokal kembali diperkenalkan kepada wisatawan melalui kegiatan Kokoon Kuliner Nusantara.

“Kami ingin hotel menjadi etalase budaya dan produk lokal Banyuwangi,” kata General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi Weni Kristanti kepada Radar Banyuwangi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
wisata kuliner Banyuwangi Rujak Soto Banyuwangi kuliner khas Banyuwangi Pecel Rawon Sego Tempong