RADAR BANYUWANGI - Bentuknya menyerupai sate, tetapi bukan daging yang tersusun pada tusukannya. Sejumlah bulatan mochi berwarna-warni disajikan bersama saus cokelat kental yang dapat dicelupkan langsung sebelum disantap.
Jajanan mochi tusuk menjadi salah satu pilihan kuliner manis yang dapat ditemukan di kawasan Banyuwangi.
Teksturnya kenyal dan lembut. Sensasi tersebut kemudian dipadukan dengan rasa manis dari saus cokelat yang disajikan terpisah dalam wadah kecil.
Billa, salah seorang pengunjung, mengaku tertarik dengan kombinasi tekstur dan cara menyantapnya.
“Teksturnya kenyal dan manisnya pas. Apalagi pas dicelup ke saus cokelat kentalnya, cara makannya seru dan rasanya bikin ketagihan,” ujarnya.
CFD memang tidak hanya digunakan warga untuk berolahraga. Kawasan Jalan A. Yani juga menjadi lokasi masyarakat berburu kuliner hingga bersantai bersama keluarga.
Pemkab Banyuwangi mencatat CFD tersebut rutin berlangsung setiap Minggu. Ketika kegiatan itu kembali digelar di Jalan A. Yani pada Juli 2025, sekitar 185 UMKM yang sebelumnya berjualan di Banyuwangi Creative Market diarahkan ikut meramaikan kawasan CFD.
Kehadiran pedagang menjadi bagian penting dari konsep Community & Food Day tersebut.
Mochi tusuk menjadi salah satu contoh jajanan yang mengandalkan penyajian sederhana tetapi memiliki daya tarik visual.
Beberapa bulatan mochi ditusuk menggunakan batang seperti sate. Pembeli kemudian dapat mencelupkannya satu per satu ke dalam saus cokelat.
Kenapa Mochi Bisa Kenyal?
Karakter tersebut berkaitan dengan bahan dasarnya.
Mochi umumnya dibuat menggunakan beras ketan atau tepung ketan. Penelitian dalam Journal of Cereal Science menjelaskan pati merupakan komponen utama tepung beras ketan dan sebagian besarnya tersusun atas amilopektin.
Struktur amilopektin turut menentukan tingkat kelunakan, kelengketan, dan kecepatan mochi menjadi keras setelah dibuat.
Penelitian lain mengenai daifuku, produk yang juga menggunakan tepung ketan, menunjukkan struktur amilopektin serta proses gelatinisasi pati sangat memengaruhi tekstur akhir produk.
Karena itu, karakter kenyal pada mochi bukan semata-mata berasal dari banyaknya air, melainkan juga sifat pati ketan setelah mengalami pemanasan.
Dijual Mulai Rp15 Ribuan
Berdasarkan pantauan di lapangan, satu porsi mochi tusuk dengan saus cokelat ditawarkan mulai sekitar Rp15 ribu.
Penyajiannya menggunakan wadah praktis dengan saus cokelat ditempatkan terpisah sehingga pembeli dapat mencelupkan mochi sesuai selera.
Model makanan seperti ini juga memiliki karakter yang menarik bagi usaha kuliner skala kecil. Bahan utamanya relatif sederhana dan produk mudah disajikan dalam porsi individual.
Namun, menyebut usaha mochi tusuk pasti menghasilkan keuntungan besar tentu membutuhkan perhitungan lebih lanjut.
Pelaku usaha tetap perlu menghitung harga tepung ketan, cokelat, gula, kemasan, tusuk, gas atau listrik, tenaga kerja, serta kemungkinan produk yang tidak terjual. Jumlah pembeli dan harga sewa atau biaya berjualan juga akan memengaruhi margin.
Meski demikian, CFD Banyuwangi menyediakan salah satu keunggulan penting bagi UMKM, yakni akses langsung kepada pengunjung.
Pemkab sebelumnya mencatat ribuan warga dan wisatawan mendatangi kawasan tersebut. Sejumlah pedagang bahkan melaporkan dagangannya habis ketika antusiasme pengunjung sedang tinggi.
Keramaian tersebut dapat menjadi ruang pelaku UMKM untuk menguji rasa, harga, maupun respons konsumen tanpa harus bergantung sepenuhnya pada toko permanen.
Editor : Lugas Rumpakaadi