Asap Arang dan Pedas Manis, Sensasi Jagung Bakar Malam di Banyuwangi

Balquisse Kayla Putri • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:40 WIB
Suasana kuliner malam di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi. Jagung bakar menjadi salah satu jajanan yang dapat dinikmati dengan pilihan rasa seperti pedas manis, gurih, dan manis dengan harga mulai sekitar Rp10 ribu per porsi. (Balquisse untuk Radar Banyuwangi)
Suasana kuliner malam di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi. Jagung bakar menjadi salah satu jajanan yang dapat dinikmati dengan pilihan rasa seperti pedas manis, gurih, dan manis dengan harga mulai sekitar Rp10 ribu per porsi. (Balquisse untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Asap tipis dari bara arang mulai mengepul ketika malam tiba di pusat Kota Banyuwangi. Di antara aneka jajanan yang dijajakan, jagung bakar menjadi salah satu pilihan warga untuk menemani waktu santai.

Pedagangnya dapat ditemukan di sejumlah titik pusat kota, termasuk sekitar Jalan A. Yani dan kawasan Taman Blambangan. Sejumlah lapak mulai berjualan menjelang malam dan bertahan hingga larut.

Taman Blambangan sendiri telah lama menjadi salah satu titik aktivitas kuliner di pusat Banyuwangi.

Pemkab Banyuwangi mencatat kawasan Kuliner Pintar Taman Blambangan menjadi tempat berjualan para pedagang kaki lima. Pada 2024, sekitar 20 PKL di kawasan tersebut bahkan mendapat bantuan gerobak baru untuk menunjang usaha mereka.

Pada sore hingga malam hari, kawasan sekitar taman juga dikenal memiliki beragam jajanan, termasuk jagung bakar, cilok, bakso, sate, hingga minuman.

Di antara pilihan jagung bakar, rasa pedas manis menjadi salah satu yang banyak diminati.

Racikannya sederhana. Jagung dibakar di atas bara sambil diputar agar matang merata. Permukaannya kemudian dilapisi mentega atau margarin serta bumbu pedas dan manis.

Ketika terkena panas, olesan tersebut membentuk lapisan rasa gurih, manis, dan pedas sekaligus memberi aroma bakaran yang khas.

Jagung dapat disantap langsung dari tongkol menggunakan tusukan. Sebagian pembeli memilih versi serut sehingga biji jagung dilepaskan terlebih dahulu dan disajikan dalam piring atau wadah.

Pilihan kedua dianggap lebih praktis, terutama bagi pengunjung yang ingin makan sambil mengobrol.

Ninit, salah seorang pengunjung, mengaku lebih menyukai jagung bakar pedas manis dalam bentuk serut.

“Kalau ke sini pasti pesan rasa pedas manis yang diserut. Bumbunya meresap dan pas banget dimakan saat udara malam lagi dingin,” ujar Ninit, Senin (21/9).

Pilihan rasa pedas, manis, dan gurih sebenarnya bukan hal baru dalam usaha jagung bakar Banyuwangi.

Salah seorang pedagang jagung bakar yang pernah diwawancarai Radar Banyuwangi juga mengatakan rasa-rasa seperti gurih, pedas, dan manis merupakan varian yang umum dipilih konsumen dewasa. Dia mengembangkan rasa lain untuk menyesuaikan selera pembeli.

Kini variasinya semakin beragam. Selain pedas manis, penjual dapat menawarkan rasa asin-gurih, keju, cokelat, hingga kombinasi topping lainnya.

Dari sisi harga, jagung bakar masih tergolong jajanan yang ramah di kantong. Berdasarkan penelusuran di Banyuwangi pada 2026, menu jagung bakar pedas manis dapat ditemukan pada kisaran Rp10 ribu per porsi, meskipun harga bisa berbeda menurut lapak dan tambahan topping.

Harga tersebut pula yang membuat jagung bakar cocok menjadi teman nongkrong tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Daya tariknya tak hanya berasal dari rasa. Ada pengalaman yang ikut hadir ketika jagung dibakar langsung di depan pembeli, suara bara, aroma asap, hingga bumbu yang dioleskan berulang saat permukaan jagung mulai kecokelatan.

Di tengah suasana malam Taman Blambangan dan kawasan pusat kota, seporsi jagung bakar akhirnya tidak sekadar menjadi pengganjal perut.

Dengan harga mulai sekitar Rp10 ribu, rasa pedas-manis, serta aroma bakaran arang, jajanan sederhana itu menjadi salah satu pilihan untuk menemani obrolan dan melepas penat pada malam hari di Banyuwangi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
kuliner murah Banyuwangi kuliner malam Banyuwangi jajanan Banyuwangi jagung bakar Banyuwangi Taman Blambangan