Sering Dianggap Sama, Cincau Hitam dan Hijau Ternyata Berasal dari Tanaman Berbeda

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:00 WIB
Cincau hijau dan cincau hitam berasal dari tanaman berbeda sehingga memiliki proses pengolahan dan karakter tekstur yang tidak sama. (ChatGPT)
Cincau hijau dan cincau hitam berasal dari tanaman berbeda sehingga memiliki proses pengolahan dan karakter tekstur yang tidak sama. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Segelas minuman dingin dengan tambahan cincau mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Banyuwangi. Cincau mudah ditemukan dalam beragam sajian, mulai dari es campur, es cincau gula merah, hingga minuman kekinian seperti cappuccino cincau.

Namun, tahukah Anda bahwa cincau hitam dan cincau hijau sebenarnya bukan berasal dari tanaman yang sama?

Perbedaan keduanya bukan sekadar warna. Cincau hijau umumnya dibuat dari daun Cyclea barbata Miers, sedangkan cincau hitam berasal dari tanaman janggelan atau Mesona. Perbedaan bahan baku tersebut turut membuat cara pengolahan dan tekstur keduanya berbeda.

Bukan Berasal dari Tanaman yang Sama

Cincau hijau dibuat dari daun segar Cyclea barbata Miers. Daun diekstrak menggunakan air hingga menghasilkan cairan yang kemudian membentuk gel berwarna hijau.

Proses tersebut membuat cincau hijau memiliki karakter yang khas. Teksturnya cenderung lembut, licin, dan mudah hancur ketika ditekan.

Sementara itu, cincau hitam berasal dari tanaman janggelan atau kelompok Mesona. Bahan tersebut tidak langsung diolah dalam kondisi segar. Tanaman terlebih dahulu dikeringkan, kemudian direbus untuk menghasilkan ekstrak sebelum diproses menjadi gel.

Proses yang berbeda inilah yang membuat cincau hitam umumnya memiliki tekstur lebih padat, kenyal, dan kokoh. Karakternya juga membuat cincau hitam lebih mudah dipotong menjadi bentuk dadu untuk dicampurkan ke berbagai minuman.

Penjelasan mengenai perbedaan tersebut juga disampaikan dalam video kanal YouTube Interesting Fact.

“Tekstur cincau hijau cenderung sangat lembut, licin, dan lebih ringan. Sebaliknya, cincau hitam memiliki konsistensi yang padat, kenyal, dan kokoh.”

Mengapa Teksturnya Berbeda?

Perbedaan tekstur tidak muncul begitu saja. Bahan tanaman dan metode pengolahan menjadi faktor penting dalam membentuk karakter cincau.

Pada cincau hijau, daun segar diekstrak menggunakan air. Cairan hasil ekstraksi kemudian disaring dan dibiarkan hingga mengental menjadi gel.

Proses cincau hitam relatif lebih panjang. Tanaman janggelan dikeringkan terlebih dahulu, kemudian direbus untuk memperoleh ekstraknya. Ekstrak tersebut selanjutnya diolah hingga menghasilkan gel dengan konsistensi yang lebih kokoh.

Karena karakter teksturnya berbeda, penggunaan keduanya dalam minuman pun dapat terlihat berbeda.

Cincau hijau lebih sering dijumpai dalam sajian tradisional seperti es cincau yang dipadukan dengan santan dan gula merah. Sementara cincau hitam banyak digunakan dalam es campur, es buah, serta berbagai minuman kekinian.

Tak Hanya Menyegarkan

Cincau juga dikenal sebagai bahan pangan yang mengandung serat dan sejumlah senyawa bioaktif. Cincau hijau, misalnya, disebut memiliki berbagai komponen seperti mineral, vitamin, polifenol, dan flavonoid.

Dalam video Interesting Fact, cincau hijau disebut mengandung kalsium, fosfor, vitamin A dan B, serta senyawa polifenol dan flavonoid.

“Kaya akan kalsium, fosfor, vitamin A, B, serta senyawa polifenol dan flavonoid, cincau hijau berkhasiat tinggi untuk meredakan gangguan asam lambung, menyehatkan saluran usus, menjaga daya tahan tubuh, hingga mempercepat penyembuhan sariawan.”

Cincau hitam juga mengandung serat dan sejumlah senyawa bioaktif, termasuk antioksidan dan saponin. Dalam video yang sama, kandungan tersebut dikaitkan dengan sejumlah manfaat bagi tubuh.

“Kandungan antioksidan, saponin, dan serat larut yang tinggi pada cincau hitam sangat efektif untuk menurunkan kolesterol jahat, mengontrol tekanan darah, serta memberikan efek kenyang lebih lama sehingga cocok dijadikan pilihan hidangan sehat untuk program penurunan berat badan.”

Meski demikian, berbagai klaim manfaat tersebut perlu dipahami secara proporsional. Kandungan suatu bahan pangan tidak serta-merta menjadikannya sebagai obat atau pengganti penanganan medis.

Selain itu, nilai gizi minuman berbahan cincau tidak hanya bergantung pada cincaunya. Tambahan gula, sirup, santan, susu, atau bahan lain juga dapat memengaruhi kandungan energi dan nutrisi dalam satu porsi.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada jawaban mutlak bahwa cincau hitam atau cincau hijau lebih baik. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan dapat digunakan sesuai jenis minuman maupun selera.

Jika menyukai tekstur yang lembut dan licin, cincau hijau dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, cincau hitam lebih cocok bagi mereka yang menyukai sensasi kenyal dan potongan cincau yang tetap kokoh ketika dicampurkan ke dalam minuman.

Yang jelas, anggapan bahwa cincau hitam dan cincau hijau hanya berbeda warna kurang tepat. Keduanya berasal dari tanaman berbeda dan melalui proses pengolahan yang berbeda pula.

Di balik semangkuk atau segelas cincau yang terlihat sederhana, terdapat perbedaan bahan baku dan proses yang menghasilkan karakter masing-masing. Jadi, saat menikmati es cincau di tengah cuaca panas, kini Anda tidak hanya bisa membedakan warnanya, tetapi juga mengetahui mengapa teksturnya terasa berbeda.

Editor : Lugas Rumpakaadi
cincau hijau cincau hitam perbedaan cincau minuman segar manfaat cincau