RADAR BANYUWANGI — Semangkuk soto daging Madura menjadi salah satu cara paling nikmat untuk mengusir lapar di Surabaya. Kuah kaldu sapi yang gurih dan hangat, rempah yang harum, serta potongan daging dan jerohan yang lembut membuat kuliner ini tak pernah kehilangan penggemar. Menariknya, harga seporsi masih berada di kisaran Rp20 ribuan hingga Rp30 ribuan.
Tak heran jika soto Madura Surabaya punya tempat khusus di antara deretan kuliner legendaris Kota Pahlawan. Karakternya pun tidak seragam. Ada yang menyajikan kuah bening dan ringan, ada pula yang memilih kuah lebih keruh dengan rasa rempah serta kaldu sapi yang kuat.
Sejumlah warung bahkan sudah bertahan puluhan tahun dan menjadi tujuan kuliner lintas generasi. Sementara warung lainnya justru ramai karena buka hingga larut malam atau bahkan sepanjang hari.
Bagi pencinta kuliner yang sedang mencari soto daging Madura enak di Surabaya, berikut enam tempat yang bisa masuk daftar tujuan.
1. Soto Madura Pak Hendrik
Antrean yang mengular sebelum warung buka menjadi gambaran popularitas Soto Madura Pak Hendrik.
Warung ini berada di depan Indomaret Darmo Permai Utara, Surabaya. Berbeda dengan warung soto yang bisa didatangi sejak pagi, Pak Hendrik baru mulai berjualan sekitar pukul 20.00 WIB.
Waktu bukanya memang malam, tetapi justru itulah yang membuatnya menarik bagi pemburu kuliner malam.
Seporsi soto berisi daging, jerohan, dan telur rebus dibanderol sekitar Rp23 ribuan.
Daya tarik utamanya terletak pada kuah yang gurih dan kaya rempah, tetapi tetap terasa ringan. Kuah seperti ini cocok bagi mereka yang menyukai karakter soto Madura tanpa sensasi minyak yang terlalu dominan.
2. Soto Madura Wawan
Butuh soto ketika malam sudah berganti dini hari? Soto Madura Wawan di Jalan Mayjend Sungkono bisa menjadi pilihan.
Warung ini dikenal buka 24 jam, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu pagi untuk menikmati semangkuk soto daging panas.
Karakter kuahnya lebih berani. Aroma rempah terasa kuat, berpadu dengan kaldu sapi yang memberikan rasa gurih lebih dalam.
Potongan daging dan jerohannya juga cukup tebal sehingga porsinya terasa mengenyangkan.
Harga seporsi berada di kisaran Rp32 ribuan. Banderol tersebut sebanding dengan porsi dan karakter rasa yang ditawarkan.
3. Soto Madura Golden Pojok
Tidak semua pencinta soto menyukai kuah yang pekat dan penuh rempah. Jika Anda termasuk yang lebih menyukai kuah bening, Soto Madura Golden Pojok bisa menjadi pilihan.
Warung yang berada di Jalan Jakarta, Surabaya Utara, ini dikenal dengan kuah yang bening tetapi tetap gurih.
Pilihan menunya juga cukup beragam. Harga soto daging mulai Rp20 ribuan, sedangkan soto tulang muda sekitar Rp30 ribuan dan soto iga mencapai Rp50 ribuan.
Warung ini buka mulai pukul 06.00 hingga 15.30 WIB, sehingga cocok dijadikan tujuan sarapan atau makan siang.
Karakter kuah yang lebih ringan menjadi salah satu pembeda Golden Pojok dibandingkan soto Madura lain yang cenderung kuat rempah.
4. Soto Madura Gubeng Pojok
Kalau membicarakan soto Madura legendaris di Surabaya, nama Gubeng Pojok sulit dilewatkan.
Warung yang berada di Jalan Kusuma Bangsa ini telah bertahan lebih dari 60 tahun. Rentang waktu tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kuliner Surabaya.
Yang membuatnya terus dicari bukan hanya usia warung, tetapi juga cita rasa yang dipertahankan.
Kuahnya memiliki karakter khas soto Madura klasik: gurih, hangat, dan kaya rempah. Seporsi soto tanpa telur dibanderol sekitar Rp24 ribuan, sedangkan dengan telur sekitar Rp28 ribuan.
Selain soto daging, tersedia pula soto buntut bagi pelanggan yang ingin mencoba pilihan berbeda.
5. Soto Madura Imam Bonjol
Warung sederhana tidak selalu berarti cita rasa biasa saja. Soto Madura Imam Bonjol menjadi salah satu buktinya.
Sesuai namanya, warung ini berada di Jalan Imam Bonjol, Surabaya.
Tampilan tempatnya sederhana, tetapi semangkuk sotonya menawarkan kuah gurih dengan aroma rempah yang kuat. Kaldu sapinya terasa menonjol, sementara potongan daging dibuat cukup tebal.
Harganya mulai dari Rp28 ribuan dengan porsi yang cukup melimpah.
Bagi pemburu soto dengan karakter kuah dan daging yang kuat, tempat ini layak masuk daftar kuliner yang dicoba.
6. Soto Madura H. Syafik
Pilihan terakhir adalah Soto Madura H. Syafik di Jalan Arif Rahman Hakim.
Warung ini termasuk salah satu nama yang telah lama dikenal pencinta soto Madura di Surabaya.
Ciri khasnya terlihat dari kuah yang cenderung keruh. Warna dan karakter tersebut berasal dari perpaduan rempah serta kaldu daging sapi yang kuat.
Potongan dagingnya juga tebal dengan porsi yang cukup besar.
Harga sotonya mulai Rp26 ribuan, belum termasuk nasi.
Bagi pencinta soto yang mengutamakan rasa kaldu sapi dan rempah yang lebih dominan, H. Syafik menawarkan karakter yang berbeda dari soto dengan kuah bening.
Dari Kuah Bening hingga Super Berempah
Enam warung tersebut menunjukkan bahwa soto Madura di Surabaya bukan sekadar soal daging dan kuah panas.
Setiap tempat memiliki karakter masing-masing.
Golden Pojok, misalnya, bisa dipilih untuk pencinta kuah bening dan rasa yang relatif ringan. Pak Hendrik menawarkan kuah gurih berempah yang tidak terlalu berminyak.
Sementara Soto Madura Wawan, Gubeng Pojok, Imam Bonjol, dan H. Syafik lebih cocok bagi pemburu rasa kaldu sapi dan rempah yang kuat.
Pilihan waktunya pun beragam. Ada yang cocok untuk sarapan, makan siang, makan malam, bahkan santapan ketika sebagian besar warung lain sudah tutup.
Pada akhirnya, daya tarik soto Madura terletak pada satu hal sederhana: semangkuk kuah panas yang kaya rasa, daging sapi yang empuk, dan rempah yang membuat tubuh terasa kembali segar.
Jadi, saat perut mulai keroncongan di Surabaya, tak perlu bingung mencari makanan yang hangat dan mengenyangkan. Dari warung legendaris yang sudah puluhan tahun bertahan hingga tempat yang buka 24 jam, soto daging Madura selalu punya alasan untuk kembali dicari. (*)
Catatan: harga dan jam operasional dapat berubah. Informasi sebaiknya dikonfirmasi kembali sebelum berkunjung.
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com