RADAR BANYUWANGI — Cireng rumahan bisa terasa renyah di luar, kenyal sekaligus empuk di dalam tanpa harus menggunakan bahan yang rumit. Kuncinya ada pada pembuatan biang dan cara mengolah adonan. Jika kedua tahap ini dilakukan dengan tepat, cireng tidak mudah keras setelah digoreng.
Cireng merupakan salah satu camilan berbahan dasar tepung tapioka yang populer. Teksturnya yang khas membuat makanan ini semakin nikmat ketika disantap hangat bersama sambal atau bumbu rujak.
Untuk membuat cireng sendiri di rumah, bahan yang diperlukan juga relatif sederhana. Perpaduan tepung tapioka dan sedikit tepung terigu menjadi dasar adonan, sementara bawang putih, daun bawang, garam, kaldu bubuk dan merica memberikan rasa gurih.
Resep Cireng Renyah Bumbu Rujak
Bahan cireng:
-
200 gram tepung tapioka
-
2 sdm tepung terigu
-
30 gram tepung tapioka untuk membuat biang
-
200 ml air
-
3 siung bawang putih, haluskan
-
1 batang daun bawang, iris tipis
-
1 sdt garam
-
1 sdt kaldu bubuk
-
½ sdt merica
-
Minyak secukupnya untuk menggoreng
Bahan bumbu rujak:
-
30 gram gula merah
-
2 siung bawang putih
-
3–5 cabai rawit
-
Sedikit garam
-
75 ml air hangat
Biang Jadi Penentu Tekstur
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah membuat biang cireng.
Campurkan 30 gram tepung tapioka dengan 200 ml air. Masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan, garam, kaldu bubuk dan merica.
Masak campuran tersebut menggunakan api kecil. Aduk terus sampai adonan berubah menjadi kental dan bening menyerupai lem.
Tahap ini penting karena biang akan membantu membentuk tekstur khas cireng setelah dicampurkan dengan tepung kering.
Di wadah berbeda, campurkan 200 gram tepung tapioka dengan tepung terigu dan irisan daun bawang.
Setelah biang matang, tuangkan sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung. Aduk secukupnya hingga adonan dapat dibentuk.
Jangan terlalu lama menguleni adonan. Terlalu banyak diremas atau diuleni dapat membuat tekstur cireng menjadi keras setelah matang.
Bentuk dan Goreng dengan Api yang Tepat
Ambil sebagian adonan, kemudian bentuk bulat dan pipihkan. Agar tidak lengket, tangan atau permukaan kerja bisa ditaburi sedikit tepung tapioka.
Setelah semua adonan selesai dibentuk, panaskan minyak. Gunakan api sedang cenderung kecil agar bagian luar cireng tidak cepat matang sementara bagian dalamnya belum mendapatkan tekstur yang diinginkan.
Masukkan cireng ke dalam minyak dan goreng hingga bagian luarnya kering serta berwarna kekuningan.
Setelah matang, angkat dan tiriskan.
Penggunaan api yang tidak terlalu besar menjadi salah satu bagian penting dalam proses penggorengan. Cireng yang digoreng dengan suhu terlalu tinggi berisiko cepat mengeras atau bagian luarnya matang sebelum tekstur dalamnya terbentuk dengan baik.
Bumbu Rujak Pedas-Manis
Cireng sebenarnya sudah memiliki rasa gurih dari bawang putih dan bumbu adonan. Namun, sensasinya bisa semakin lengkap dengan cocolan bumbu rujak.
Untuk membuatnya, ulek gula merah, bawang putih, cabai rawit dan sedikit garam hingga halus.
Tambahkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai mendapatkan tingkat kekentalan yang diinginkan.
Jumlah cabai bisa disesuaikan dengan selera. Bagi pencinta makanan pedas, tambahan cabai rawit bisa membuat perpaduan rasa gurih cireng dan bumbu rujak semakin kuat.
Cireng Paling Nikmat Saat Hangat
Pada akhirnya, membuat cireng yang tidak mudah keras bukan sekadar soal mencampurkan tepung lalu menggorengnya. Pembuatan biang, cara menguleni dan pengaturan api saat menggoreng menjadi tiga bagian penting yang menentukan hasil akhir.
Cireng yang baru matang memiliki bagian luar yang renyah dengan bagian dalam yang kenyal. Ketika disantap bersama bumbu rujak pedas-manis, camilan sederhana ini bisa menjadi teman ngopi atau menu santai di rumah.
Jadi, kalau ingin mendapatkan cireng rumahan dengan tekstur yang lebih empuk dan tidak cepat keras, jangan melewatkan rahasia biang pada tahap awal pembuatannya. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Trenggalek Njenggelek