RADAR BANYUWANGI - Sekilas, cairan berwarna kuning kecokelatan yang keluar dari ubi Cilembu ketika dipanggang tampak seperti madu. Cairan tersebut terlihat lengket dan meleleh dari daging ubi yang mulai matang. Namun, benarkah ada madu di dalam ubi asal Sumedang, Jawa Barat, itu?
Jawabannya tidak. Cairan yang membuat ubi Cilembu kerap disebut sebagai “ubi madu” merupakan bagian dari karakter alami ubi ketika mendapatkan panas. Proses pemanggangan membuat rasa manis alaminya semakin terasa sekaligus memunculkan cairan yang menyerupai madu.
Ubi Cilembu sendiri berasal dari Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jenis ubi ini dikenal memiliki rasa manis yang khas dan karakter yang berbeda dari ubi jalar pada umumnya.
Bukan Madu, Ini Cairan Alami dari Ubi Cilembu
Keunikan ubi Cilembu semakin mudah terlihat setelah dipanggang. Panas membuat bagian dalam ubi menjadi lunak, sementara cairan alami di dalamnya meleleh dan keluar ke permukaan.
Cairan tersebut memiliki tekstur lengket dengan warna yang cenderung kuning kecokelatan. Karena tampilannya menyerupai madu, ubi Cilembu kemudian populer pula dengan sebutan ubi madu.
Menurut informasi Alodokter yang menjadi salah satu rujukan dalam pembahasan mengenai ubi madu, rasa manis ubi Cilembu berkaitan dengan lelehan getah yang keluar ketika ubi dibakar atau dipanggang.
Artinya, rasa manis tersebut bukan berasal dari madu atau tambahan gula dari luar. Pemanasan saat proses memasak justru membuat karakter manis alami ubi semakin menonjol.
Dalam tayangan TRANS7 OFFICIAL berjudul Aiman Ricky Jajan Ubi Cilembu Bakar | MAKAN RECEH (30/11/20) Part 1, karakter tersebut juga dijelaskan oleh host ketika membahas Ubi Cilembu.
“Ubi Cilembu punya rasa manis yang khas karena ditanam di Desa Cilembu dengan kandungan tanah yang berbeda dibandingkan dengan tempat lain,” ujar host dalam tayangan tersebut.
Mengapa Rasanya Sangat Manis?
Ada alasan mengapa Ubi Cilembu memiliki rasa yang berbeda ketika disantap, terutama setelah dipanggang. Karakter ubi tidak hanya dipengaruhi oleh jenis tanaman, tetapi juga oleh kondisi tempat ubi dibudidayakan.
Desa Cilembu menjadi bagian penting dari identitas ubi tersebut. Perbedaan karakter tanah dan lingkungan budidaya disebut turut berkaitan dengan rasa khas yang dimiliki Ubi Cilembu.
Proses setelah panen juga dapat berpengaruh. Masa penyimpanan sebelum ubi diolah dapat memengaruhi tingkat kemanisannya. Karena itu, pengalaman menikmati Ubi Cilembu tidak hanya ditentukan oleh varietasnya, tetapi juga oleh bagaimana ubi tersebut diperlakukan sebelum sampai ke tahap pemasakan.
Ketika dipanggang, panas kemudian membuat karakter tersebut semakin terlihat. Cairan alami mulai keluar, teksturnya menjadi lebih lembut, dan rasa manis terasa lebih kuat.
Teksturnya Juga Berbeda
Bukan hanya cairannya yang menarik perhatian. Ubi Cilembu yang telah dipanggang memiliki tekstur yang lembut dan cenderung lebih basah.
Saat kulitnya dibuka, bagian dalam ubi terlihat lunak dengan aroma khas hasil pemanggangan. Cairan manis yang menempel pada permukaannya membuat pengalaman menyantap ubi ini berbeda dibandingkan dengan ubi jalar yang hanya memiliki rasa gurih atau manis ringan.
Perpaduan rasa manis, tekstur lembut, dan cairan yang menyerupai madu inilah yang menjadi salah satu daya tarik Ubi Cilembu.
“Saat dipanggang, getah alami dari Ubi Cilembu akan meleleh dan terlihat menyerupai madu. Selain enak dan mengenyangkan, ubi ini juga tinggi serat sehingga bisa menjadi salah satu pilihan pengganti makanan pokok,” jelas host dalam tayangan tersebut.
Tidak Sekadar Camilan
Ubi Cilembu juga dapat dikonsumsi sebagai salah satu sumber energi. Berdasarkan informasi Alodokter, ubi ini mengandung karbohidrat dan serat serta sejumlah vitamin dan mineral.
Kandungan tersebut membuat ubi dapat ditempatkan sebagai salah satu alternatif pangan, tidak hanya sebagai camilan setelah dipanggang.
Bagi masyarakat yang terbiasa mengonsumsi bahan pangan lokal, ubi juga menawarkan pilihan pengolahan yang sederhana. Ubi dapat dipanggang tanpa harus mendapatkan tambahan gula untuk menghasilkan rasa manis yang kuat.
Keunikan Ubi Cilembu Terlihat Saat Dipanggang
Istilah “ubi madu” tidak berarti Ubi Cilembu mengandung madu yang ditambahkan dari luar. Sebutan tersebut lebih berkaitan dengan tampilan cairan alami yang keluar ketika ubi mendapatkan panas.
Rasa manis yang khas, tekstur lembut, serta cairan lengket berwarna kuning kecokelatan membuat Ubi Cilembu memiliki ciri yang mudah dikenali.
Keunikan itu sekaligus menunjukkan bahwa proses memasak dapat memperlihatkan karakter alami suatu bahan pangan. Pada Ubi Cilembu, pemanggangan bukan sekadar membuat ubi matang, tetapi juga memunculkan salah satu ciri yang membuatnya berbeda, yaitu cairan manis yang sekilas terlihat seperti madu.
Editor : Lugas Rumpakaadi