RADAR BANYUWANGI – Semangkuk lontong lodeh menjadi salah satu cara paling nikmat untuk mengawali pagi di Surabaya. Lontong lembut yang disiram kuah santan gurih, dipadukan manisah, tahu, cecek, hingga ceker ayam, membuat kuliner tradisional ini tetap diburu meski pilihan sarapan semakin beragam.
Bagi pencinta kuliner Surabaya, lontong lodeh bukan sekadar makanan pengganjal perut. Sajian ini menawarkan cita rasa khas Jawa Timur yang gurih, sedikit pedas, dan kaya rempah.
Sejumlah warung bahkan telah bertahun-tahun mempertahankan resep dan cara penyajian yang menjadi ciri khas masing-masing. Tak heran, beberapa di antaranya selalu ramai sejak pagi.
Dirangkum dari kanal YouTube Budiono Sukses, berikut lima tempat lontong lodeh legendaris di Surabaya yang bisa masuk daftar kulineran.
1. Lontong Sayur Bu Sri
Lontong Sayur Bu Sri di Jalan Tapak Siring No. 12, Surabaya, menawarkan kuah santan yang gurih dan kaya rempah.
Isian sayurnya terdiri atas manisah, tahu, dan terkadang rebung. Sajian tersebut dilengkapi dua ceker ayam, telur bulat, lentho, serta kerupuk.
Warung ini buka setiap hari pukul 05.00–09.00 WIB, kecuali Selasa dan Kamis. Seporsi lontong sayur dibanderol sekitar Rp12 ribu.
Selain lontong sayur, tersedia pula lontong mie.
2. Lontong Sayur Mbak Ida
Berlokasi di terusan Jalan Indragiri, tepat di samping gedung KPU Kota Surabaya, Lontong Sayur Mbak Ida punya karakter kuah yang berbeda.
Kuah lodehnya menggunakan bumbu udang sehingga menghasilkan rasa gurih yang lebih kuat. Isinya antara lain manisah, tahu, dan cecek.
Pilihan lauknya cukup beragam, mulai ceker, kepala ayam, paha ayam, hingga telur.
Warung ini buka 06.00–12.30 WIB atau sampai habis. Harga lontong sayur biasa sekitar Rp10 ribu, sedangkan tambahan ceker Rp12 ribu, telur Rp13 ribu, dan ayam Rp15 ribu.
Pengunjung juga bisa memilih lontong mie atau lontong pecel.
3. Lontong Lodeh Mbak Asih
Pencinta ceker bisa memasukkan Lontong Lodeh Mbak Asih di Jalan Karah Agung I No. 35 ke daftar tujuan.
Seporsi lontong lodeh berisi tiga ceker ayam dengan kuah lodeh yang kaya rasa. Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu daya tariknya.
Warung ini bahkan dikenal memiliki pelanggan yang rela datang dan mengantre sejak pagi.
Lontong Lodeh Mbak Asih buka Selasa hingga Minggu, pukul 06.30–13.00 WIB. Harganya sekitar Rp12 ribu untuk lontong lodeh dan Rp10 ribu untuk lontong mie.
4. Lontong Lodeh Pak Ndut
Ingin sarapan dengan rasa gurih sekaligus pedas? Lontong Lodeh Pak Ndut di Jalan Kertajaya No. 3 bisa menjadi pilihan.
Lontongnya dibungkus daun pisang, kemudian disiram kuah lodeh tewel dan dilengkapi dua ceker ayam.
Perpaduan kuah gurih, pedas, dan tewel membuat menu ini cocok bagi mereka yang menginginkan sarapan dengan rasa kuat.
Warung Pak Ndut buka setiap hari mulai 06.00–12.00 WIB atau sampai habis. Seporsi lontong lodeh dengan dua ceker dibanderol sekitar Rp14 ribu.
5. Lontong Lodeh Mie Bu Ira
Berada di Jalan Raya Kertajaya No. 20, tepat di depan Jango Coffee dan dekat Toko Karpet Farah's, Lontong Lodeh Mie Bu Ira punya perjalanan cukup panjang.
Warung gerobak tersebut dikenal telah berjualan sejak 2012. Kini, usaha tersebut diteruskan keponakannya, Mbak Sulis.
Lodehnya menggunakan manisah, tahu, cecek, dan udang. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan santan kental hasil perasan kelapa asli, bukan santan instan.
Warung ini buka setiap hari sekitar 06.00–08.30 WIB atau sampai habis. Harganya sekitar Rp10 ribu untuk lontong sayur lodeh maupun lontong mie, dengan lauk tambahan sesuai pilihan.
Sarapan Tradisional yang Tak Lekang Waktu
Lima warung tersebut memperlihatkan bahwa lontong lodeh masih memiliki tempat tersendiri dalam peta kuliner Surabaya. Resep yang diwariskan, kuah santan yang kaya rasa, serta pilihan lauk seperti ceker, telur, ayam, dan cecek menjadi daya tarik yang membuat pelanggan kembali.
Menariknya, sebagian besar warung tersebut buka sejak pagi dan memiliki batas waktu jualan yang relatif singkat. Artinya, bagi pemburu lontong lodeh, datang lebih awal menjadi kunci agar tidak kehabisan.
Jadi, ketika pagi berikutnya bingung mencari sarapan khas Surabaya, semangkuk lontong lodeh bisa menjadi pilihan sederhana yang menawarkan rasa tradisional sekaligus pengalaman kuliner yang sulit digantikan makanan cepat saji. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com