Sering Dikira Cokelat, Kumbu Hitam Bakpia Ternyata Olahan Kacang

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Kumbu hitam terlihat sebagai isian berwarna gelap dengan tekstur padat, lembut, dan masir di dalam bakpia khas Yogyakarta. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Kumbu hitam terlihat sebagai isian berwarna gelap dengan tekstur padat, lembut, dan masir di dalam bakpia khas Yogyakarta. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Bakpia khas Yogyakarta dikenal sebagai salah satu oleh-oleh yang hampir selalu masuk daftar buruan wisatawan.

Di antara berbagai pilihan rasa, kumbu hitam menjadi salah satu varian yang memiliki banyak penggemar.

Warna isiannya yang gelap bahkan kerap membuat orang mengira bahwa bagian tersebut terbuat dari cokelat atau wijen hitam.

Padahal, kumbu hitam memiliki cerita dan karakter tersendiri dalam tradisi kuliner Nusantara.

Istilah “kumbu” merujuk pada olahan bahan pangan yang dibuat menjadi pasta atau adonan isian, kemudian dimasak bersama gula hingga menghasilkan tekstur pekat dan cita rasa legit.

Berdasarkan informasi yang dirujuk dari Wikipedia dan situs Bakpia Mutiara Jogja, istilah kumbu telah dikenal dalam tradisi kuliner di sejumlah wilayah Nusantara, termasuk kawasan Melayu, Palembang, dan Yogyakarta.

Secara umum, bahan berupa kacang-kacangan atau biji-bijian diolah dengan cara direbus atau dikukus, dihaluskan, lalu dimasak kembali bersama gula.

Sementara itu, sebutan “hitam” berkaitan dengan warna akhir adonan.

Warna gelap tersebut dapat muncul dari jenis bahan yang digunakan maupun teknik pengolahannya.

Bukan Cokelat, Kumbu Hitam Justru Identik dengan Olahan Kacang

Kesalahpahaman tentang kumbu hitam cukup mudah terjadi karena warnanya yang pekat.

Namun, sensasi rasa ketika disantap memberikan petunjuk bahwa isian tersebut memiliki karakter berbeda dari cokelat.

Hal ini juga dirasakan Vina, 22, salah seorang pecinta bakpia.

Ia mengaku sempat menduga isian berwarna hitam tersebut merupakan cokelat atau wijen hitam sebelum mencari tahu lebih jauh.

“Awalnya aku mikir isian hitam di bakpia tuh cokelat atau wijen hitam, soalnya pekat. Tapi pas tak cobain rasanya beda, gurih manis legit dan teksturnya masir gitu di mulut. Penasaran kan, pas tak cari tau di Google ternyata itu tuh kumbu hitam dari olahan kacang, pantesan aja rasanya otentik,” ungkapnya.

Pada bakpia khas Yogyakarta, kumbu hitam dikenal melalui teksturnya yang masir tetapi tetap lembut ketika digigit.

Perpaduan rasa manis dan gurih membuatnya memiliki karakter yang berbeda dari isian bakpia lainnya.

Rasa manisnya juga digambarkan tidak berlebihan sehingga tetap nyaman dinikmati.

Bahan Kumbu Hitam Bisa Beragam

Warna dan tekstur kumbu hitam tidak selalu dihasilkan dari satu jenis bahan.

Terdapat beberapa variasi bahan dan teknik yang dapat digunakan untuk menghasilkan karakter kumbu hitam.

Salah satunya adalah penggunaan kacang merah dan kacang tholo.

Dalam sejumlah produk bakpia modern, kedua jenis kacang tersebut dapat diolah hingga halus dan dimasak menjadi pasta isian dengan tekstur masir.

Ada pula olahan yang menggunakan kacang hitam murni atau black beans.

Bahan ini dikenal dalam berbagai resep tradisional maupun kuliner dari luar negeri dan dapat menghasilkan warna yang secara alami lebih pekat.

Variasi lainnya memanfaatkan teknik sangrai.

Kacang hijau dapat disangrai menggunakan arang atau charcoal untuk memperoleh warna yang lebih gelap sekaligus menghadirkan aroma sangrai yang khas.

Teknik ini menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi karakter rasa dan aroma isian.

Mengapa Kumbu Hitam Tetap Digemari?

Daya tarik kumbu hitam tidak hanya terletak pada warnanya.

Isian ini membawa kombinasi tekstur, rasa, bahan, dan teknik pengolahan yang membuatnya mudah dikenali.

Tekstur masir yang lembut memberikan sensasi khas ketika menyatu dengan kulit bakpia.

Di saat yang sama, rasa manis dan gurih menciptakan keseimbangan yang membuat kumbu hitam tetap diminati berbagai kalangan.

Keberadaan kumbu hitam juga menunjukkan bagaimana kekayaan kuliner tradisional dapat bertahan melalui perubahan selera.

Meskipun bakpia terus berkembang dengan beragam varian modern, isian kumbu tetap memiliki tempat sebagai salah satu pilihan yang merepresentasikan karakter bakpia klasik.

Bagi masyarakat Banyuwangi yang gemar mencari oleh-oleh ketika berkunjung ke Yogyakarta, mengenal kumbu hitam dapat menjadi bagian menarik dari pengalaman wisata kuliner.

Isian berwarna gelap yang sekilas sederhana itu ternyata memiliki akar tradisi pengolahan pangan yang cukup panjang.

Kumbu hitam bukan sekadar isian berwarna pekat.

Di balik tekstur masir dan rasa manis-gurihnya, terdapat tradisi mengolah kacang atau biji-bijian menjadi panganan yang mampu bertahan dan terus dikenal hingga kini.

Inilah yang membuat kumbu hitam tetap menjadi salah satu identitas penting dalam sajian bakpia khas Yogyakarta.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Bakpia Mutiara Jogja, Wikipedia
bakpia kumbu hitam arti kumbu hitam bakpia khas Jogja oleh-oleh Yogyakarta kuliner tradisional