Tanghulu Mulai Dikenal Penikmat Jajanan Kekinian, Kenapa Buah Berlapis Gula Ini Menarik Perhatian?

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:32 WIB
Tanghulu, jajanan buah asal Tiongkok. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)
Tanghulu, jajanan buah asal Tiongkok. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Tanghulu menjadi salah satu jajanan yang menarik perhatian di tengah maraknya kuliner kekinian.

Camilan asal Tiongkok tersebut menawarkan kombinasi buah segar dan lapisan gula keras yang menghasilkan sensasi berbeda ketika disantap.

Sekilas, tanghulu menyerupai sate buah.

Potongan buah ditata pada tusukan, kemudian dicelupkan ke dalam larutan gula panas.

Setelah terkena udara, gula membentuk lapisan bening yang mengeras dan menghasilkan tekstur renyah.

Perpaduan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama tanghulu.

Lapisan gula memberikan rasa manis sekaligus sensasi garing, sementara bagian dalamnya tetap menawarkan kesegaran buah.

Bagi sebagian penikmat jajanan, bentuk penyajiannya juga menjadi alasan tanghulu terlihat menarik.

Buah yang tersusun pada satu tusukan membuat camilan ini memiliki tampilan sederhana, tetapi berbeda dari olahan buah pada umumnya.

Tania, salah seorang penikmat tanghulu, mengaku tertarik mencobanya karena menyukai buah.

Bentuk penyajiannya yang menyerupai sate juga membuatnya penasaran.

"Aku suka buah, jadinya lihat tanghulu itu menarik gitu karena kan dibuat kayak sate gitu yaa, unik gituu," ujar Tania, Senin (10/8).

Sensasi Renyah Saat Digigit

Keunikan tanghulu tidak berhenti pada tampilannya.

Tekstur menjadi bagian penting dari pengalaman menyantap jajanan tersebut.

Ketika digigit, lapisan gula yang sudah mengeras akan terasa renyah.

Setelah lapisan tersebut pecah, rasa segar dari buah langsung terasa.

Perbedaan tekstur antara lapisan gula dan buah menjadi karakter yang membuat tanghulu berbeda.

Untuk mendapatkan lapisan gula seperti itu, proses memasaknya tidak bisa dilakukan sembarangan.

Gula dan air perlu dipanaskan hingga mencapai tahap hard crack.

Pada kondisi tersebut, sirup gula mampu mengeras ketika suhunya turun dan terkena udara.

Buah kemudian dicelupkan ke dalam sirup gula sebelum diletakkan hingga lapisannya mengeras.

Hasil akhirnya berupa buah yang terlihat mengilap dengan selubung gula tipis dan keras di bagian luar.

Tidak Hanya Menggunakan Stroberi

Tanghulu tradisional dikenal menggunakan buah hawthorn atau Crataegus.

Namun, perkembangannya dalam tren kuliner modern membuat pilihan buah menjadi semakin beragam.

Stroberi menjadi salah satu buah yang banyak digunakan.

Warna merahnya terlihat mencolok ketika dilapisi gula bening.

Selain menarik secara visual, rasa asam dan segar stroberi juga memberikan kontras dengan rasa manis dari gula.

Buah lain seperti anggur, jeruk, kiwi, melon, hingga apel juga dapat digunakan.

Variasi tersebut membuat tanghulu bisa memiliki karakter rasa dan tekstur yang berbeda, bergantung pada buah yang dipilih.

Perubahan bahan tersebut menunjukkan bagaimana tanghulu beradaptasi dengan selera penikmat kuliner masa kini.

Jika versi tradisional identik dengan hawthorn, versi modern justru lebih mudah ditemukan menggunakan buah yang akrab dikonsumsi sehari-hari.

Mengapa Tanghulu Sebaiknya Segera Dimakan?

Ada alasan mengapa tanghulu umumnya lebih nikmat disantap tidak lama setelah dibuat.

Lapisan gula yang menjadi ciri khas jajanan ini dapat berubah akibat kandungan air dari buah.

Buah memiliki kadar air yang dapat memengaruhi lapisan gula di bagian luar.

Seiring waktu, lapisan tersebut dapat kehilangan tekstur keras dan renyahnya.

Karena itu, sensasi terbaik tanghulu biasanya diperoleh ketika lapisan gulanya masih dalam kondisi keras dan buah di dalamnya tetap segar.

Perpaduan tersebut menjadi daya tarik yang membuat tanghulu berbeda dari sekadar buah potong.

Dalam satu tusukan, penikmat mendapatkan rasa manis, asam, atau segar dari buah, sekaligus tekstur renyah yang muncul dari lapisan gula.

Di tengah tren jajanan yang semakin mengutamakan tampilan, Tanghulu memiliki keunggulan pada dua sisi sekaligus.

Bentuknya menarik perhatian, sedangkan perpaduan teksturnya memberikan pengalaman berbeda ketika disantap.

Tak mengherankan jika jajanan berbahan buah ini ikut mencuri perhatian penikmat kuliner kekinian.

Sederhana dalam bahan, tetapi memiliki tampilan dan sensasi makan yang cukup khas.

Editor : Lugas Rumpakaadi
jajanan kekinian jajanan buah tanghulu kuliner Tiongkok Kuliner Banyuwangi