RADAR BANYUWANGI - Pernah melihat adegan makan ceker ayam berwarna merah menyala dalam drama Korea (drakor) dan penasaran dengan rasanya?
Hidangan tersebut bisa jadi dakbal, kuliner khas Korea yang menawarkan perpaduan rasa pedas, gurih, sedikit manis, serta tekstur kenyal.
Bagi penonton drakor, makanan yang muncul di tengah cerita kerap menjadi daya tarik tersendiri.
Tidak sedikit kuliner yang awalnya asing justru mengundang rasa penasaran setelah ditampilkan dalam sebuah adegan.
Dakbal atau 닭발 merupakan olahan ceker ayam yang dimasak menggunakan bumbu khas Korea.
Hidangan ini memiliki cita rasa kuat karena menggunakan sejumlah bahan seperti gochujang atau pasta cabai Korea, gochugaru atau bubuk cabai, kecap asin, bawang putih, dan minyak wijen.
Perpaduan bumbu tersebut menghasilkan rasa pedas dan gurih dengan sedikit sentuhan manis.
Tingkat kepedasannya dapat berbeda bergantung pada racikan yang digunakan.
Selain rasa, tekstur menjadi karakter lain yang membuat dakbal berbeda dari olahan ceker ayam pada umumnya.
Ceker dimasak hingga empuk sehingga menghasilkan sensasi kenyal ketika disantap.
Bagi pencinta makanan pedas, tekstur dan bumbu dakbal menawarkan pengalaman kuliner yang cukup unik.
Namun, bagi yang belum terbiasa dengan makanan pedas, hidangan ini mungkin perlu disantap secara perlahan bersama makanan pendamping.
Dakbal juga memiliki beberapa variasi.
Ada versi dengan tulang dan tanpa tulang.
Dakbal tanpa tulang dinilai lebih praktis karena dapat langsung disantap tanpa harus memisahkan tulang.
Ada pula dakbal yang disajikan dengan kuah pedas.
Sementara itu, sejumlah variasi lainnya memadukan ceker dengan lelehan keju untuk menghasilkan perpaduan rasa pedas dan gurih yang lebih lembut.
Bagi penggemar drakor, mengenal dakbal terkadang bermula dari sebuah adegan sederhana.
Makanan yang muncul di meja makan atau disantap oleh karakter dalam cerita dapat membuat penonton bertanya-tanya mengenai rasa dan bentuknya.
Hal itu dirasakan Diya.
Ia mengaku pertama kali mengetahui dakbal setelah melihat makanan tersebut dalam drama Korea yang ditontonnya.
Tampilan dakbal di layar kemudian membuatnya tertarik untuk mencoba.
"Aku itu kan suka nonton drakor yaa, aku tahu dakbal dari nonton itu juga sih dan tertarik banget karena keliatan enak," ujar Diya, Senin (10/8).
Ketertarikan seperti itu menunjukkan bahwa pengalaman menonton drakor tidak berhenti pada cerita.
Berbagai elemen yang ditampilkan, termasuk makanan, dapat menjadi pintu masuk bagi penonton untuk mengenal budaya Korea lebih jauh.
Dakbal Biasa Disantap dengan Pendamping
Sensasi pedas dakbal juga dapat dipadukan dengan sejumlah makanan pendamping.
Salah satunya jumokbap, nasi kepal khas Korea yang umumnya diberi bumbu minyak wijen dan rumput laut.
Jumokbap memiliki rasa yang relatif lebih ringan sehingga dapat menjadi pendamping saat menyantap dakbal.
Tekstur nasi juga memberikan sensasi berbeda di antara gigitan ceker yang kenyal dan berbumbu kuat.
Selain itu, ada gyeran-jim atau telur kukus khas Korea.
Teksturnya yang lembut dan rasanya yang cenderung ringan dapat membantu menyeimbangkan sensasi pedas dari dakbal.
Kombinasi tersebut membuat dakbal tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga dari cara penyajiannya.
Bagi penonton yang sebelumnya hanya mengenal makanan itu melalui layar drakor, berbagai pendamping tersebut dapat menjadi bagian lain yang menarik untuk diketahui.
Dari Layar Drakor hingga Rasa Penasaran
Popularitas budaya Korea membuat makanan yang ditampilkan dalam tayangan hiburan semakin mudah menarik perhatian penonton.
Bagi sebagian orang, rasa penasaran bahkan bermula hanya dari melihat tampilan makanan dalam sebuah adegan.
Dakbal menjadi salah satu contohnya.
Ceker ayam yang selama ini dikenal luas dalam berbagai olahan di Indonesia hadir dengan karakter berbeda melalui bumbu khas Korea.
Dari layar drakor, penonton kemudian dapat mengenal nama, bentuk, rasa, hingga cara penyajiannya.
Pada titik tersebut, tayangan hiburan tidak hanya menawarkan cerita, tetapi juga membuka kesempatan bagi penonton untuk mengenal kuliner dari budaya lain.
Bagi pencinta makanan pedas, dakbal bisa menjadi salah satu kuliner yang menarik untuk dicoba.
Apalagi bagi mereka yang sebelumnya sudah dibuat penasaran setelah melihatnya di drama Korea.
Editor : Lugas Rumpakaadi