Pecel Pitik hingga Botok Tawon, 6 Kuliner Unik Banyuwangi yang Bikin Nagih

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 11:23 WIB
Kuliner khas Banyuwangi kini hadir di gerbong makan KAI. (Radar Malang)
Kuliner khas Banyuwangi kini juga tersedia di gerbong makan KAI. (Radar Malang)

RADAR BANYUWANGI – Jangan buru-buru mengaku sudah mengenal Banyuwangi jika belum menjelajahi rasa di balik sepiring kuliner khasnya. Di ujung timur Pulau Jawa ini, makanan bukan sekadar pengganjal perut, tetapi juga pintu masuk untuk mengenal tradisi, karakter masyarakat, hingga kekayaan budaya Suku Osing.

Banyuwangi menawarkan ragam kuliner dengan karakter yang sulit ditemukan di daerah lain. Ada sambal yang membakar lidah, kuah segar yang menggugah selera, hingga olahan unik berbahan sarang tawon. Enam kuliner berikut bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menjadikan perjalanan ke Bumi Blambangan lebih lengkap.

Pecel pitik khas Suku Oseng Desa Kemiren, Banyuwangi.
Pecel pitik khas Suku Oseng Desa Kemiren, Banyuwangi.

1. Pecel Pitik, Kuliner Sakral Suku Osing

Pecel pitik menjadi salah satu kuliner yang paling lekat dengan identitas masyarakat Osing di Banyuwangi. Berbeda dari pecel pada umumnya yang identik dengan sambal kacang, hidangan ini menggunakan ayam kampung sebagai bahan utama.

Ayam kampung dipanggang utuh kemudian disuwir. Daging tersebut selanjutnya dicampur dengan racikan rempah seperti kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula.

Ciri khas lainnya adalah tambahan parutan kelapa muda berbumbu yang membuat rasa gurih dan pedas semakin kuat.

Salah satu tempat yang dapat menjadi tujuan mencicipi pecel pitik adalah Pesatogan Kemangi di Dusun Krajan, Kemiren, Kecamatan Glagah. Harga yang ditawarkan sekitar Rp20 ribu per porsi.

Warung tersebut buka setiap hari kecuali Kamis, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Rujak soto, memang terdengar aneh pada awalnya. Setelah dicoba, baru tahu nikmatnya!!
Rujak soto, memang terdengar aneh pada awalnya. Setelah dicoba, baru tahu nikmatnya!!

2. Rujak Soto, Perpaduan Dua Kuliner yang Tak Biasa

Jika ingin mencicipi kuliner Banyuwangi yang benar-benar berbeda, rujak soto layak masuk daftar pertama.

Namanya saja sudah mengundang rasa penasaran. Hidangan ini memadukan rujak sayur dengan kuah soto berbahan babat atau daging berwarna kuning.

Racikan rujak menggunakan petis dan pisang batu. Bagi masyarakat Banyuwangi, keberadaan pisang batu menjadi salah satu elemen penting yang memberikan karakter tersendiri.

Isian lainnya terdiri atas tahu dan tempe goreng, tauge, kangkung rebus, telur ayam, mentimun, serta lontong. Setelah rujak selesai diracik, kuah soto dituangkan di atasnya.

Salah satu tempat yang dikenal menyajikan menu ini adalah Warung Rujak Soto Mbok Mbret di Kepatihan, Cluring. Berdiri sejak 1970, warung tersebut disebut tetap ramai dikunjungi pelanggan, termasuk wisatawan dari luar daerah.

Seporsi rujak soto dibanderol sekitar Rp20 ribu. Warung buka setiap hari pukul 10.00–16.00 WIB.

Sego cawuk makanan khas Banyuwangi
Sego cawuk makanan khas Banyuwangi

3. Sego Cawuk, Sarapan Sederhana yang Sarat Rasa

Banyuwangi juga punya menu sarapan khas yang sederhana, tetapi kaya rasa. Namanya sego cawuk atau nasi cawuk.

Dalam satu porsi terdapat nasi dengan kuah segar dan gurih, tahu, telur rebus, serta siraman kuah berwarna kecokelatan dengan perpaduan rasa asin, gurih, dan sedikit manis.

Pelengkap lainnya berupa ikan dengan sambal tomat, daun semanggi, serta parutan kelapa yang menyerupai urap. Perpaduan tersebut membuat sego cawuk terasa ringan, tetapi tetap mengenyangkan.

Salah satu pilihan adalah Sego Cawuk Bu Sri yang telah berjualan sejak 1991. Harga seporsi sekitar Rp10 ribu.

Warung ini buka sejak pagi, mulai pukul 05.30 hingga 11.00 WIB. Waktu tersebut membuat sego cawuk cocok menjadi menu pembuka sebelum wisatawan melanjutkan perjalanan.

ANDALAN: Hampir semua restoran khas Banyuwangi menyediakan menu ayam kesrut.
ANDALAN: Hampir semua restoran khas Banyuwangi menyediakan menu ayam kesrut.

4. Ayam Kesrut, Pedas Segar yang Bikin Hidung Ikut Bereaksi

Bagi pemburu kuliner pedas, ayam kesrut wajib masuk daftar.

Hidangan ini dibuat dengan cabai rawit dan cabai besar tanpa menggunakan santan. Daging ayam atau sapi kemudian dimasak dalam kuah bening dengan karakter rasa pedas, asin, dan asam yang menyegarkan.

Nama "kesrut" berkaitan dengan kebiasaan penikmat makanan pedas yang terkadang harus menahan atau menyeka ingus saat menyantapnya. Ada pula yang menyebut hidangan ini sebagai uyah asem karena cita rasanya yang asin dan segar.

Ayam kesrut dapat ditemukan di Warung Kanggo Riko, Karang Sari, Segobang, Kecamatan Licin.

Warung tersebut buka setiap hari pukul 08.00–17.30 WIB. Harga ayam kesrut relatif ramah di kantong, sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi.

MENGGUGAH SELERA: Sego tempong merupakan satu dari empat kuliner khas yang resmi jadi kekayaan intelektual komunal Banyuwangi.
MENGGUGAH SELERA: Sego tempong merupakan satu dari empat kuliner khas yang resmi jadi kekayaan intelektual komunal Banyuwangi.

5. Sego Tempong, Sambal Pedas yang Jadi Ikon Kuliner Banyuwangi

Sego tempong merupakan salah satu kuliner yang paling populer dari Banyuwangi. Hidangan ini identik dengan sambal uleg yang pedas dan segar.

Sepiring sego tempong biasanya terdiri atas nasi putih, sayuran rebus, lalapan, tahu dan tempe goreng, ikan asin, serta lauk utama. Semuanya kemudian disandingkan dengan sambal berbahan cabai rawit, tomat ranti, terasi, gula, garam, dan jeruk purut.

Perpaduan pedas, gurih, dan segar membuat kuliner ini sulit ditolak pencinta sambal.

Salah satu tempat yang bisa menjadi tujuan adalah Sego Tempong Mbok Wah di Jalan Gembrung Nomor 220, Lingkungan Watu Ulo R, Glagah.

Harga makanan berkisar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu. Tempat ini buka pukul 09.00–21.30 WIB dengan pilihan lauk yang beragam, mulai pindang koyong, cumi, udang, hingga lauk lainnya.

Botok Tawon khas Banyuwangi, kuliner unik dari sarang tawon dengan rempah dan larva gurih. (Radar Madiun)
Botok Tawon khas Banyuwangi, kuliner unik dari sarang tawon dengan rempah dan larva gurih. (Radar Madiun)

6. Botok Tawon, Kuliner Ekstrem dengan Sensasi Tak Biasa

Kuliner Banyuwangi tidak berhenti pada makanan yang umum ditemui. Ada pula botok tawon yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Bahan utamanya bukan daging ayam atau ikan, melainkan sarang tawon muda. Bahan tersebut dimasak bersama bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.

Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus seperti botok pada umumnya. Setelah matang, aromanya mengingatkan pada pepes.

Botok tawon biasanya disantap bersama nasi putih hangat, kerupuk, dan lauk pendamping.

Teksturnya menjadi daya tarik tersendiri. Larva tawon memberikan sensasi yang khas ketika digigit, berpadu dengan kelembutan kelapa dan bumbu yang meresap.

Salah satu warung yang dikenal menjual botok tawon adalah Warung Bu Misnah di Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Rogojampi. Harga menu berkisar Rp5 ribu hingga Rp19 ribu, bergantung pada lauk pendamping.

Bagi wisatawan, enam kuliner tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan ke Banyuwangi bukan hanya tentang pantai, gunung, atau destinasi wisata. Ada cerita panjang tentang budaya dan kebiasaan masyarakat yang tersaji dalam setiap piring.

Mulai pecel pitik yang lekat dengan tradisi Osing, rujak soto yang unik, sego cawuk untuk sarapan, ayam kesrut yang pedas, sego tempong dengan sambal menggigit, hingga botok tawon yang tak biasa.

Jika sedang berada di Bumi Blambangan, kuliner-kuliner tersebut layak masuk daftar jelajah. Sebab, ada rasa Banyuwangi yang hanya bisa benar-benar dipahami setelah dicicipi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
makanan khas banyuwangi Kuliner Banyuwangi Pecel Pitik Rujak Soto Sego Tempong