Tak Lagi Hijau Pandan, Es Lumut Varian Taro hingga Matcha Kini Jadi Buruan Anak Muda, Peluang Usaha Makin Menjanjikan

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:49 WIB
Es lumut kini hadir dengan beragam varian rasa kekinian. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)
Es lumut kini hadir dengan beragam varian rasa kekinian. (Meivira untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Es lumut kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta kuliner. Minuman yang sebelumnya identik dengan warna hijau dan rasa pandan kini bertransformasi menjadi minuman kekinian dengan beragam varian rasa, mulai taro, matcha, red velvet, hingga buah-buahan. Inovasi tersebut membuat es lumut kembali diminati, terutama oleh kalangan generasi muda yang menyukai minuman dengan tampilan menarik sekaligus cita rasa yang beragam.

Popularitas minuman segar ini juga didorong tren kuliner yang mengutamakan tampilan estetik dan mudah dibagikan di media sosial. Perpaduan warna-warna cerah dengan tekstur unik membuat es lumut semakin sering dijumpai di berbagai bazar UMKM, gerai minuman, hingga usaha rumahan.

Keunikan es lumut terletak pada tekstur agar-agar atau jelly yang dikocok hingga terurai menjadi serpihan halus menyerupai lumut. Serpihan tersebut kemudian disiram kuah susu yang gurih dan manis sehingga menghasilkan sensasi lembut, legit, sekaligus menyegarkan.

Jika dahulu masyarakat hanya mengenal es lumut dengan rasa pandan atau suji, kini pilihan rasanya berkembang semakin luas. Berbagai inovasi menghadirkan warna-warna cerah yang membuat minuman ini lebih menarik perhatian, terutama bagi konsumen usia muda.

"Dulu orang tahunya es lumut cuma hijau rasa pandan. Tapi pas dicoba bikin varian rasa kayak taro sama mangga, ternyata responsnya ramai banget karena selain warnanya gemas, rasanya juga makin beragam," ujar Alya, salah seorang penjual es lumut kekinian.

Menurut Alya, pembeli umumnya tertarik mencoba rasa baru karena ingin merasakan pengalaman berbeda dari es lumut yang selama ini dikenal sebagai minuman tradisional. Selain rasa, tampilan warna menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Seiring berkembangnya tren minuman kekinian, beberapa varian rasa menjadi pilihan utama konsumen.

Taro dan Red Velvet menawarkan cita rasa manis yang lembut dengan warna ungu dan merah yang mencolok. Kedua varian tersebut banyak dipilih karena tampilannya menarik untuk diabadikan dalam foto maupun video.

Sementara itu, matcha dan green tea menghadirkan aroma khas teh hijau yang berpadu dengan gurihnya susu. Kombinasi tersebut menghasilkan rasa yang tidak terlalu manis sehingga disukai penikmat minuman berbasis teh.

Bagi pencinta rasa segar, mangga dan stroberi menjadi alternatif yang banyak diminati. Sentuhan rasa buah memberikan perpaduan manis dan sedikit asam yang cocok dinikmati saat cuaca panas.

Di sisi lain, cokelat dan cappuccino tetap memiliki penggemar tersendiri. Karakter rasa yang lebih pekat dan creamy membuat kedua varian tersebut cocok bagi konsumen yang menginginkan minuman lebih mengenyangkan.

Tidak hanya digemari sebagai minuman pelepas dahaga, es lumut juga dinilai memiliki prospek bisnis yang cukup menjanjikan. Bahan bakunya relatif mudah diperoleh, seperti agar-agar, susu, gula, perisa minuman, dan es batu. Proses pembuatannya pun sederhana sehingga dapat dipelajari oleh pemula.

Dengan modal yang relatif kecil, pelajar, mahasiswa, hingga pelaku UMKM dapat memanfaatkan tren ini sebagai peluang usaha. Variasi rasa dan tampilan menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan daya tarik produk di tengah persaingan bisnis minuman kekinian.

Di pasaran, satu porsi es lumut umumnya dijual dengan kisaran harga Rp8 ribu hingga Rp15 ribu, tergantung ukuran gelas, pilihan topping, dan varian rasa yang digunakan. Harga tersebut dinilai masih terjangkau sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan.

Persaingan bisnis minuman yang semakin ketat menuntut pelaku usaha terus berinovasi. Tidak hanya menghadirkan rasa baru, kreativitas dalam penyajian, penggunaan topping, hingga kemasan yang menarik menjadi faktor penting dalam menarik perhatian konsumen.

Es lumut menjadi salah satu contoh bagaimana minuman sederhana mampu mengikuti perkembangan tren kuliner. Perubahan dari rasa klasik menuju aneka varian modern membuktikan bahwa inovasi dapat memperpanjang umur sebuah produk sekaligus memperluas pangsa pasar.

Melihat tingginya minat masyarakat terhadap minuman segar dan visual yang menarik, es lumut diperkirakan masih memiliki peluang berkembang dalam beberapa waktu ke depan. Bagi pelaku usaha, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kreasi baru yang sesuai dengan selera konsumen, khususnya generasi muda yang selalu mencari pengalaman kuliner berbeda.

Editor : Lugas Rumpakaadi
es lumut kekinian