Jajanan Serba Rp1.000 Tetap Jadi Favorit Pelajar Banyuwangi di Tengah Gempuran Camilan Kekinian

Desila Aini Hidayah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:28 WIB
Jajanan serba Rp1.000 masih menjadi favorit pelajar. (Pexels/kevin yung)
Jajanan serba Rp1.000 masih menjadi favorit pelajar. (Pexels/kevin yung)

RADAR BANYUWANGI - Meski berbagai jajanan kekinian terus bermunculan dengan tampilan yang menarik dan cita rasa yang beragam, camilan seharga Rp1.000 masih menjadi pilihan utama banyak pelajar. Harga yang ramah di kantong membuat jajanan sederhana ini tetap bertahan dan bahkan menjadi produk paling dicari saat jam istirahat sekolah.

Fenomena tersebut terlihat hampir setiap hari ketika bel istirahat berbunyi. Warung dan pedagang yang berada di sekitar lingkungan sekolah langsung dipenuhi siswa yang ingin membeli makanan ringan favorit mereka. Sebagian datang sendiri, sementara yang lain memilih berbelanja bersama teman-temannya sambil berbincang dan menikmati waktu istirahat.

Jajanan serba Rp1.000 masih menawarkan banyak pilihan. Mulai dari permen, ciki, wafer, es lilin, gorengan berukuran kecil hingga berbagai makanan ringan lainnya masih menjadi incaran pelajar.

Harga yang terjangkau menjadi alasan utama mengapa jajanan tersebut tetap diminati. Dengan uang saku Rp5.000, siswa dapat membeli beberapa jenis camilan sekaligus. Bagi mereka, membeli beberapa makanan ringan dengan harga murah dinilai lebih menguntungkan dibandingkan hanya mendapatkan satu camilan yang lebih mahal.

Kondisi itu membuat jajanan serba Rp1.000 tetap memiliki pasar tersendiri meski tren makanan ringan terus berkembang. Kehadiran produk-produk baru ternyata belum mampu menggeser kebiasaan pelajar yang lebih mengutamakan harga dan banyaknya pilihan.

Suasana sekitar sekolah berubah menjadi lebih ramai ketika bel istirahat berbunyi. Antrean siswa terlihat memenuhi warung maupun lapak pedagang untuk membeli jajanan favorit.

Sebagian siswa tampak memilih camilan secara bergantian, sementara lainnya langsung mengambil beberapa jenis makanan ringan sekaligus. Aktivitas tersebut menjadi pemandangan yang hampir selalu terjadi setiap hari sekolah.

Para pedagang mengaku jajanan seharga Rp1.000 masih menjadi produk yang paling cepat habis dibandingkan makanan dengan harga lebih tinggi. Tingginya minat pembeli membuat mereka terus menambah variasi produk agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan.

Selain mempertahankan harga yang terjangkau, pedagang juga berupaya menyediakan jajanan yang sedang diminati agar tetap mampu bersaing dengan berbagai produk makanan ringan yang terus bermunculan.

Salah seorang pelajar, Diki, mengaku lebih sering membeli jajanan seharga Rp1.000 dibandingkan camilan yang lebih mahal karena menyesuaikan uang saku yang dimilikinya.

"Uang sakunya pas-pasan, jadi jajanan seribu masih paling sering dibeli. Pilihannya juga banyak, jadi bisa ganti-ganti setiap hari," ujarnya.

Menurutnya, membeli beberapa jajanan dengan harga murah memberikan lebih banyak pilihan rasa sehingga waktu istirahat terasa lebih menyenangkan bersama teman-teman.

Kebiasaan serupa juga dilakukan banyak siswa lainnya. Mereka lebih memilih membelanjakan uang saku untuk beberapa camilan dibandingkan menghabiskan seluruh uang pada satu jenis makanan.

Popularitas jajanan serba Rp1.000 menunjukkan bahwa faktor harga masih menjadi pertimbangan utama bagi pelajar. Di tengah gempuran camilan modern dengan kemasan yang semakin menarik, makanan ringan murah tetap memiliki tempat tersendiri karena mudah dijangkau dan tersedia dalam banyak pilihan.

Selain menjadi solusi bagi siswa dengan uang saku terbatas, jajanan serba Rp1.000 juga telah menjadi bagian dari budaya waktu istirahat di sekolah. Aktivitas membeli camilan bersama teman bukan sekadar memenuhi rasa lapar, tetapi juga menjadi momen bersosialisasi yang sudah berlangsung dari generasi ke generasi.

Selama daya beli pelajar masih menjadi pertimbangan utama, jajanan seharga Rp1.000 diperkirakan akan tetap bertahan. Kesederhanaan, harga yang terjangkau, dan variasi produk menjadi alasan mengapa camilan ini masih sulit tergantikan meski tren jajanan terus berubah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
jajanan Rp1000