Tahu Kocek Khas Jember Tetap Jadi Favorit, Perpaduan Gurih dan Pedas yang Sulit Tergantikan

Desila Aini Hidayah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 13:41 WIB
Tahu kocek khas Jember tetap menjadi jajanan favorit masyarakat. (Desi untuk Radar Banyuwangi)
Tahu kocek khas Jember tetap menjadi jajanan favorit masyarakat. (Desi untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Di tengah menjamurnya aneka kuliner modern, tahu kocek tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu jajanan favorit masyarakat. Kuliner khas Jember, Jawa Timur, ini masih banyak diburu karena menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan tekstur kenyal yang khas dengan harga yang ramah di kantong.

Tahu kocek dibuat dari tahu pong atau tahu kulit yang diisi adonan tepung tapioka dan terigu berbumbu, kemudian dikukus hingga matang. Setelah itu, tahu dipotong-potong dan digoreng kembali hingga bagian luarnya renyah. Penyajiannya menjadi ciri khas tersendiri karena potongan tahu diulek atau "dikocek" bersama sambal bawang pedas dan irisan kol mentah hingga bumbu merata.

Cita rasa gurih dari tahu berpadu dengan kenyalnya adonan aci serta sensasi pedas sambal membuat jajanan ini digemari berbagai kalangan. Beberapa penjual juga memberikan pilihan tingkat kepedasan sehingga pembeli dapat menyesuaikan dengan selera masing-masing.

Selain rasanya yang menggugah selera, harga tahu kocek juga relatif terjangkau. Dengan kisaran Rp5 ribu per porsi, pembeli sudah dapat menikmati sajian yang cukup mengenyangkan. Tidak heran jika jajanan ini menjadi pilihan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja sebagai camilan maupun pengganjal lapar.

Lapak tahu kocek umumnya mulai ramai sejak pagi hingga malam hari. Banyak masyarakat sengaja mampir sepulang beraktivitas untuk menikmati sensasi pedas yang menjadi daya tarik utama. Sebagian lainnya memilih membeli untuk dibawa pulang dan disantap bersama keluarga.

Salah seorang pembeli, Anita, mengaku cukup sering membeli tahu kocek karena cita rasanya sesuai dengan selera.

"Kalau lagi pengin yang pedas, saya pasti beli tahu kocek. Sambalnya enak, tahunya juga gurih. Harganya murah, jadi sering beli," ujarnya.

Melihat tingginya minat masyarakat, sejumlah pedagang mulai menghadirkan berbagai inovasi. Selain mempertahankan resep tradisional, mereka menambahkan variasi isi maupun topping seperti bakso dan sosis untuk menarik minat konsumen, terutama kalangan muda. Meski demikian, cita rasa khas tahu kocek tetap dipertahankan agar pelanggan lama tetap setia.

Bagi masyarakat yang ingin membuatnya sendiri di rumah, proses pembuatannya tergolong sederhana. Adonan isian dibuat dari campuran tepung tapioka, tepung terigu, bawang putih, daun bawang, garam, merica, dan kaldu bubuk yang disiram air panas hingga kalis. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam tahu pong, dikukus selama sekitar 20 hingga 25 menit, lalu dipotong dan digoreng hingga kecokelatan.

Tahap akhir menjadi bagian yang paling menentukan karakter tahu kocek. Cabai rawit dan bawang putih diulek kasar bersama garam, kemudian dicampur dengan irisan kol mentah. Potongan tahu yang masih panas dimasukkan ke dalam cobek dan dikocek hingga sambal meresap ke seluruh bagian tahu sebelum disajikan hangat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
tahu kocek khas Jember