RADAR BANYUWANGI – Aroma masakan Nusantara dan kreativitas kuliner pelaku usaha lokal menjadi magnet baru yang ikut mengerek kunjungan ke Kokoon Hotel Banyuwangi. Program Kokoon Kuliner Nusantara (KKN) tak hanya menjadi agenda kuliner yang dinanti masyarakat dan wisatawan, tetapi juga membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku UMKM Banyuwangi.
Setiap penyelenggaraan KKN mendapat respons antusias dari pengunjung. Dampaknya pun terasa langsung. Di satu sisi, kegiatan tersebut ikut meningkatkan daya tarik kunjungan ke hotel. Di sisi lain, pelaku UMKM yang berpartisipasi mendapat ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan konsumen.
Konsep kolaborasi antara industri perhotelan dan pelaku usaha lokal menjadi kekuatan utama program tersebut. Kokoon Kuliner Nusantara menghadirkan beragam sajian khas Nusantara yang dipadukan dengan sentuhan kreatif dari produk kuliner UMKM Banyuwangi.
Bagi pelaku usaha lokal, festival kuliner itu bukan sekadar tempat berjualan. KKN menjadi panggung promosi untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk wisatawan yang datang ke Banyuwangi.
General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi Weni Kristanti mengatakan, penyelenggaraan Kokoon Kuliner Nusantara merupakan bagian dari strategi hotel untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi tamu sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat di sekitar.
"Melalui Kokoon Kuliner Nusantara, kami ingin memberikan ruang bagi UMKM Banyuwangi untuk berkembang. Produk-produk lokal tidak hanya dinikmati masyarakat sekitar, tetapi juga diperkenalkan kepada wisatawan yang datang ke Banyuwangi," ujarnya.
Meningkatnya antusiasme pengunjung dalam setiap penyelenggaraan menunjukkan bahwa kuliner memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan pariwisata daerah. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hidangan khas, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal kekayaan cita rasa Nusantara yang dikemas dalam suasana nyaman di area Kokoon Hotel Banyuwangi.
Bagi sektor pariwisata, pola kolaborasi semacam ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Hotel mendapat daya tarik tambahan untuk mendatangkan pengunjung, sedangkan UMKM memperoleh akses untuk menjangkau konsumen baru.
Weni menambahkan, kehadiran KKN juga memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produk mereka.
"Interaksi langsung dengan konsumen juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha melakukan evaluasi serta meningkatkan kualitas produk agar semakin kompetitif," tambahnya.
Dengan menggabungkan kekuatan industri perhotelan, kekayaan kuliner Nusantara, dan kreativitas UMKM lokal, Kokoon Kuliner Nusantara menjadi salah satu contoh bagaimana sektor pariwisata dapat bergerak beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Bagi Banyuwangi, geliat tersebut menjadi peluang untuk semakin mengangkat kuliner lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata. Ketika wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati destinasi, tetapi juga mencicipi dan mengenal produk lokal, manfaat ekonomi pariwisata pun berpotensi dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (ray)
Editor : Ali Sodiqin