RADAR BANYUWANGI – Di tengah perkampungan Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, berdiri sebuah warung sederhana yang namanya terus melambung dari mulut ke mulut. Tak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara, artis, konten kreator, hingga Bupati Banyuwangi rela menyempatkan mampir demi seporsi sego wader berpadu sambal ranti khas Warung Puthuk Mbok Misnah.
Warung yang berada di sebelah utara SMPN 2 Glagah itu hanya berjarak sekitar 15 menit dari pusat Kota Banyuwangi. Meski jauh dari kesan mewah, cita rasa masakannya justru menjadikan tempat makan ini sebagai salah satu hidden gem kuliner Banyuwangi yang terus diburu wisatawan.
Menu andalan Warung Puthuk Mbok Misnah adalah sego wader, yakni nasi dengan lauk ikan wader goreng yang disajikan bersama aneka sayuran rebus dan sambal ranti bercita rasa pedas segar ala sego tempong. Selain wader, tersedia pula berbagai ikan air tawar, termasuk ikan oling yang juga menjadi favorit pelanggan.
Berbekal resep rumahan, Misnah berhasil mempertahankan cita rasa yang konsisten selama bertahun-tahun. Hal itu membuat banyak pelanggan dari luar daerah rela menyusuri jalan perdesaan menuju Desa Kenjo hanya untuk menikmati seporsi hidangan khas wong deso tersebut.
Warung yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.00 itu kini tidak pernah sepi. Selain warga Banyuwangi, pelanggan datang dari Surabaya, Jakarta, Bali, hingga berbagai daerah lain di Indonesia. Tak sedikit yang menjadikan Warung Puthuk sebagai destinasi wajib setiap kali berkunjung ke Banyuwangi.
"Kalau yang beli di sini selain masyarakat Banyuwangi juga banyak dari luar kota seperti Surabaya sampai Jakarta. Biasanya kalau lewat Banyuwangi mereka pasti mampir lagi," ujar Misnah.
Popularitas warung tersebut juga menarik perhatian kalangan publik figur. Sejumlah artis Banyuwangi seperti Syahibah dan Vita Alvia beberapa kali menikmati hidangan di sana. Selain itu, berbagai konten kreator dari dalam maupun luar daerah turut mengangkat Warung Puthuk melalui media sosial sehingga namanya semakin dikenal luas.
"Kalau artis yang sering makan di sini biasanya Syahibah, Vita Alvia, terus banyak juga konten kreator, bahkan ada yang dari Jakarta," katanya.
Tak hanya artis, pejabat daerah juga menjadi pelanggan tetap. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama suaminya, Abdullah Azwar Anas, beberapa kali datang menikmati sajian Warung Puthuk. Menurut Misnah, pasangan tersebut paling sering memesan sego wader dan ikan oling.
"Kalau Bu Ipuk sama Pak Anas sering pesan sego wader sama oling. Itu memang menu favorit beliau," ungkapnya.
Keberadaan homestay di kawasan Glagah dan tingginya kunjungan wisata ke Kawah Ijen turut membawa berkah bagi warung tersebut. Banyak wisatawan mancanegara yang sengaja mampir usai menikmati panorama kawah berapi itu.
"Kalau wisatawan mancanegara juga sering. Biasanya mereka menginap di homestay sekitar sini atau habis dari Kawah Ijen lalu makan siang di sini," ujar Misnah.
Bagi para pelanggan, daya tarik Warung Puthuk bukan sekadar menu tradisional, tetapi juga perpaduan rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.
Rizky, pelanggan asal Bali, mengaku selalu menyempatkan mampir ketika melintas di Banyuwangi.
"Kalau lewat Banyuwangi saya pasti ke sini. Sego wader sama oling rekomendasi banget," katanya.
Hal senada disampaikan Alfiyah Hasan, pelanggan asal Kalipuro. Menurutnya, sambal ranti yang dipadukan dengan sayuran rebus membuat cita rasa sego wader terasa segar sekaligus menggugah selera.
"Rasanya segar karena sambal ranti dipadukan sayuran rebus seperti bayam. Makanya banyak orang yang balik lagi makan di sini," ujarnya.
Kesederhanaan Warung Puthuk Mbok Misnah membuktikan bahwa kekuatan kuliner tidak selalu terletak pada bangunan megah. Berkat cita rasa autentik dan konsistensi menjaga kualitas, warung di sudut Desa Kenjo itu kini menjadi salah satu destinasi kuliner yang ikut mengangkat pesona Banyuwangi, bahkan berhasil memikat wisatawan mancanegara, artis, hingga kepala daerah. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin