Ayam Goreng Tepung Tetap Jadi Favorit, Dari Menu Sederhana hingga Jadi Kuliner Mendunia

Desila Aini Hidayah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 13:22 WIB
Ayam Kentucky tetap menjadi makanan favorit masyarakat. (Desila untuk Radar Banyuwangi)
Ayam Kentucky tetap menjadi makanan favorit masyarakat. (Desila untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Ayam goreng tepung atau fried chicken masih menjadi salah satu hidangan yang sulit kehilangan penggemar. Cita rasa gurih, balutan tepung yang renyah, serta tekstur daging yang lembut membuat menu ayam goreng tepung ini tetap diminati berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Bagi banyak masyarakat, ayam goreng tepung bukan sekadar makanan cepat saji. Hidangan ini kerap hadir dalam berbagai momen, mulai menu makan siang, santapan malam, hingga pilihan camilan saat berkumpul bersama keluarga maupun teman.

Di berbagai restoran dan gerai makanan, ayam goreng tepung hampir selalu masuk daftar menu yang banyak dipesan. Selain mudah ditemukan, makanan ini juga menawarkan kepraktisan karena tersedia dalam beragam pilihan paket, mulai ayam potongan tunggal, paket bersama nasi, hingga kombinasi dengan minuman.

Perkembangan industri kuliner turut membuat ayam goreng tepung mengalami banyak inovasi. Kini, masyarakat dapat menemukan berbagai variasi rasa, seperti ayam pedas, ayam dengan saus keju, hingga kreasi dengan bumbu khas dari berbagai daerah. Perubahan tersebut membuat fried chicken tetap mampu mengikuti selera konsumen yang terus berkembang.

Salah seorang pembeli, Balquisse, mengaku memilih ayam Kentucky karena memiliki cita rasa yang konsisten. Menurutnya, perpaduan kulit renyah dan daging ayam yang empuk menjadi alasan makanan tersebut tetap disukai.

“Saya sering membeli ayam Kentucky karena rasanya enak, porsinya pas, dan cocok dimakan saat berkumpul bersama keluarga atau teman,” ujarnya.

Meski kini identik dengan restoran cepat saji, perjalanan ayam goreng tepung memiliki sejarah panjang. Fried chicken berkembang dari tradisi kuliner masyarakat kawasan selatan Amerika Serikat pada abad ke-18. Saat itu, hidangan tersebut tidak selalu menjadi makanan sehari-hari, melainkan kerap disajikan dalam momen khusus.

Mengutip Vice, Perpaduan budaya menjadi salah satu bagian penting dalam lahirnya fried chicken modern. Tradisi memasak ayam dari masyarakat Skotlandia dan kebiasaan kuliner masyarakat Afrika Barat yang dibawa melalui sejarah migrasi kemudian membentuk karakter ayam goreng tepung khas wilayah selatan Amerika Serikat.

Seiring perubahan sosial dan perkembangan industri makanan, fried chicken mulai masuk ke restoran dan berkembang menjadi sajian populer. Salah satu tonggak penting terjadi ketika jaringan restoran ayam goreng mulai memperluas bisnisnya secara global. KFC menjadi salah satu merek yang berperan besar dalam memperkenalkan ayam goreng tepung ke berbagai negara.

Kini, fried chicken tidak hanya hadir dalam bentuk makanan cepat saji. Sejumlah restoran kelas atas juga mulai mengangkat ayam goreng tepung dengan pendekatan berbeda, mulai menggunakan teknik memasak khusus hingga menghadirkan penyajian yang lebih eksklusif.

Namun, bagi banyak pencinta kuliner, daya tarik utama ayam Kentucky tetap berada pada kesederhanaannya. Hidangan ini mampu diterima berbagai lapisan masyarakat karena memiliki rasa yang mudah dikenali dan dapat dikombinasikan dengan banyak budaya kuliner.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Vice.com
ayam goreng tepung fried chicken