RADARBANYUWANGI.ID - Jajanan pasar kembali menunjukkan eksistensinya sebagai kuliner yang mampu bertahan melintasi zaman. Di tengah maraknya makanan modern dengan berbagai inovasi rasa, aneka kue tradisional justru semakin mendapat tempat di hati masyarakat Banyuwangi.
Sejumlah pasar tradisional dan sentra kuliner di Bumi Blambangan kini ramai dipadati warga yang berburu kudapan khas tempo dulu. Fenomena tersebut menjadi bukti bahwa cita rasa autentik jajanan pasar masih memiliki daya tarik kuat bagi berbagai kalangan.
Pantauan di sejumlah pusat keramaian seperti Pasar Blambangan, Pasar Wit-Witan Alasmalang, hingga lapak kuliner pagi di kawasan pusat kota menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap jajanan tradisional.
Beragam pilihan kue basah dan camilan tersaji dalam deretan lapak sederhana. Mulai dari jajanan bercita rasa gurih seperti lemper, sosis solo, dan aneka gorengan, hingga kudapan manis seperti nagasari, kue lumpur, klepon, serta jajanan khas daerah seperti Patola dan Kucur.
Tidak hanya menawarkan rasa yang khas, jajanan pasar juga memiliki keunggulan dari sisi harga. Nilai ekonomis tersebut membuat kudapan tradisional menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menu sarapan, hidangan keluarga, hingga teman bersantai pada sore hari.
Selain faktor rasa dan harga, daya tarik jajanan pasar juga terletak pada nilai nostalgia yang melekat di dalamnya. Banyak masyarakat memilih kembali menikmati kue-kue tradisional karena mengingatkan pada suasana masa lalu, ketika jajanan sederhana menjadi bagian dari keseharian.
Ramainya permintaan terhadap jajanan pasar turut membawa dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para pembuat kue tradisional, termasuk ibu rumah tangga yang menjalankan usaha rumahan, kini mendapatkan peluang lebih besar untuk meningkatkan produksi.
Perputaran ekonomi di sektor mikro pun terus bergerak. Dari dapur produksi sederhana hingga lapak penjualan di pasar, rantai usaha jajanan tradisional mampu mempertemukan pembuat makanan dengan konsumen secara langsung.
Editor : Lugas Rumpakaadi