RADARBANYUWANGI.ID - Tren kuliner Jepang di Indonesia terus menunjukkan perkembangan. Jika sebelumnya ramen lebih banyak dikenal masyarakat, kini mi udon mulai mencuri perhatian dan menjadi salah satu menu favorit di berbagai restoran Jepang. Tekstur mi yang tebal dan kenyal dipadukan dengan kuah gurih bercita rasa umami menjadi daya tarik utama hidangan ini, terutama di kalangan remaja hingga dewasa muda.
Udon merupakan salah satu mi tradisional Jepang yang dibuat dari tepung terigu, air, dan garam. Meski menggunakan bahan-bahan sederhana, proses pembuatannya menghasilkan tekstur yang lembut sekaligus kenyal. Hidangan ini umumnya disajikan dengan kuah kaldu dashi yang ringan, kemudian dilengkapi berbagai pilihan topping, seperti irisan daging sapi, ayam, tempura, telur, maupun sayuran.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kuliner Jepang, udon juga mengalami berbagai penyesuaian di Indonesia. Selain mempertahankan cita rasa khas Jepang, sejumlah restoran menghadirkan variasi kuah dan topping yang disesuaikan dengan selera masyarakat. Inovasi tersebut membuat udon semakin mudah diterima dan menjadi salah satu menu andalan di berbagai rumah makan Jepang.
Bagi sebagian orang, menikmati semangkuk udon tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga memberikan pengalaman bersantap yang berbeda. Perpaduan tekstur mi yang kenyal dengan kuah hangat menciptakan sensasi nyaman, sehingga cocok dinikmati bersama keluarga maupun teman.
Salah seorang penggemar udon, Shira, mengaku hampir selalu memilih menu tersebut setiap kali berkunjung ke restoran Jepang. Menurutnya, tekstur mi menjadi keunggulan utama dibandingkan jenis mi lainnya.
"Menurut saya udon enak karena teksturnya kenyal, kuahnya gurih, dan cukup mengenyangkan. Makanya saya tidak ragu merekomendasikannya ke teman atau keluarga," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Shira menambahkan, kuah udon memiliki cita rasa gurih yang ringan sehingga tidak mudah membuat bosan. Selain itu, banyaknya pilihan topping memungkinkan setiap orang menyesuaikan hidangan sesuai selera masing-masing.
Editor : Lugas Rumpakaadi