Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengenal Sejarah Seblak, Kudapan Khas Bandung yang Memiliki Kemiripan dengan Kerupuk Godok dari Banyumas

Rizki Anindiya Putri • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:57 WIB
Seblak dikenal sebagai kuliner pedas favorit masyarakat Indonesia. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)
Seblak dikenal sebagai kuliner pedas favorit masyarakat Indonesia. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Seblak menjadi salah satu kuliner pedas yang berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Perpaduan kerupuk aci, bumbu cabai, serta aroma khas kencur menciptakan cita rasa yang unik dan mudah dikenali. Tak heran jika makanan ini kini mudah ditemukan, mulai dari warung kaki lima hingga restoran, bahkan hadir dalam bentuk produk siap saji.

Di balik popularitasnya, seblak ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Dalam tayangan Hidup Sehat tvOne dijelaskan bahwa seblak merupakan makanan khas Kota Bandung, Jawa Barat. Hidangan ini juga disebut memiliki kemiripan dengan kerupuk godok, kudapan tradisional yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut tayangan tersebut, kerupuk godok telah dikenal sejak era 1940-an. Sementara itu, seblak mulai populer pada awal tahun 2000-an. Pada masa itu, banyak masyarakat mengenal seblak sebagai kerupuk kuning yang dimasak dengan bumbu pedas.

Namun, seblak sejatinya bukan hanya identik dengan kerupuk pedas. Dalam bahasa Sunda, istilah seblak merujuk pada bumbu berbahan dasar kencur atau cikur yang menjadi ciri khas hidangan tersebut. Aroma kencur inilah yang membedakan seblak dari aneka olahan kerupuk pedas lainnya.

Seiring perkembangan zaman, seblak mengalami banyak inovasi. Jika dahulu hanya menggunakan kerupuk aci sebagai bahan utama, kini berbagai bahan pelengkap ditambahkan untuk memperkaya rasa dan tekstur. Mulai dari telur, sayuran, ceker ayam, bakso, sosis, makaroni, hingga mi instan menjadi pilihan isian yang banyak diminati.

Perkembangan tersebut membuat seblak mampu menjangkau lebih banyak kalangan. Selain menawarkan cita rasa pedas yang khas, makanan ini juga dikenal memiliki tekstur kenyal, harga yang relatif terjangkau, serta mudah diolah. Faktor-faktor tersebut turut mendorong seblak menjadi salah satu kuliner favorit di berbagai daerah.

Tidak hanya disajikan secara langsung di warung makan, seblak juga dipasarkan dalam bentuk instan. Produk ini cukup diseduh dengan air panas sehingga praktis dinikmati kapan saja tanpa proses memasak yang rumit.

Editor : Lugas Rumpakaadi
sejarah seblak