Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengenal Sejarah Ayam Geprek, Menu Sederhana Ciptaan Bu Rum yang Bertransformasi Menjadi Ikon Kuliner Nasional

Rizki Anindiya Putri • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB
Ayam geprek ternyata berasal dari warung sederhana milik Bu Rum di Sleman, Yogyakarta. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)
Ayam geprek ternyata berasal dari warung sederhana milik Bu Rum di Sleman, Yogyakarta. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Ayam geprek menjadi salah satu kuliner yang memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Perpaduan ayam goreng tepung yang renyah dengan sambal bawang bercita rasa pedas menjadikan menu ini digemari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Popularitas ayam geprek membuat menu tersebut mudah ditemukan di berbagai daerah. Tidak hanya dijual di warung kaki lima, ayam geprek juga hadir di restoran hingga jaringan usaha kuliner berskala nasional.

Di balik kepopulerannya, ayam geprek ternyata lahir dari sebuah warung sederhana di Kelurahan Papringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sosok yang dikenal sebagai salah satu pelopor menu tersebut adalah Ruminah atau yang akrab disapa Bu Rum.

Ayam geprek mulai tercipta sekitar tahun 2003. Awalnya, Bu Rum menjual beragam menu seperti nasi rames, lotek, soto, dan ayam goreng tepung. Ide membuat ayam geprek muncul setelah seorang pelanggan meminta ayam goreng tepung yang baru digoreng diulek bersama sambal bawang.

Permintaan sederhana itu ternyata menghasilkan perpaduan rasa yang disukai banyak pelanggan. Sejak saat itu, Bu Rum menjadikan menu tersebut sebagai salah satu sajian andalan di warungnya.

Ketika menentukan nama, Bu Rum memilih istilah yang sederhana dan mudah diingat. Menurut penuturannya dalam tayangan Secret Story Trans7, nama ayam geprek dipilih karena proses penyajiannya berbeda dengan ayam penyet yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat.

"Kalau ayam penyet kan sudah banyak. Ya sudah, sekarang wong ayamnya digeprek, ya ayam geprek saja," ujar Bu Rum.

Seiring waktu, ayam geprek semakin dikenal luas. Popularitasnya melonjak sekitar 2017 hingga menjadi salah satu makanan yang paling banyak dicari masyarakat Indonesia melalui mesin pencarian internet.

Tingginya minat masyarakat juga tercermin dari layanan pesan antar makanan yang pernah mencatat penjualan ayam geprek mencapai sekitar 300 juta porsi dalam satu tahun. Angka tersebut menunjukkan besarnya permintaan terhadap menu yang kini menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia.

Keunikan ayam geprek terletak pada cara penyajiannya. Ayam goreng tepung yang masih panas dihancurkan atau "digeprek" bersama sambal bawang sehingga cita rasa pedas dan gurih lebih meresap ke dalam daging.

Racikan sambalnya umumnya menggunakan cabai rawit, bawang putih, garam, serta sedikit gula. Kombinasi bahan tersebut menghasilkan sensasi pedas yang berpadu dengan aroma bawang yang kuat.

Generasi kedua Warung Bu Rum menjelaskan bahwa kualitas ayam segar, penggunaan tepung berprotein tinggi, serta racikan sambal bawang menjadi faktor utama yang membuat cita rasa ayam geprek tetap terjaga hingga sekarang.

Meski kini berkembang dengan berbagai inovasi, seperti tambahan keju, aneka saus, hingga pilihan tingkat kepedasan, konsep dasar ayam geprek tidak berubah. Menu ini tetap mengandalkan ayam goreng tepung yang renyah lalu diulek bersama sambal bawang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
ayam geprek