Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa Mie Instan dan Mie Ayam Berbentuk Keriting? Ternyata Bukan Sekadar Estetika, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Daafi Adilla Achmad • Minggu, 12 Juli 2026 | 15:56 WIB
Mie instan, ramen, hingga mie ayam dibuat bergelombang. (Pexels/greenwish_)
Mie instan, ramen, hingga mie ayam dibuat bergelombang. (Pexels/greenwish_)

RADARBANYUWANGI.ID - Hampir semua orang pernah menikmati berbagai jenis mie, mulai dari mie instan, mie ayam, ramen, hingga berbagai varian mie populer lainnya.

Jika diperhatikan, sebagian besar mie tersebut memiliki bentuk bergelombang atau keriting.

Ternyata, bentuk tersebut bukan sekadar untuk mempercantik tampilan, melainkan memiliki fungsi penting dari sisi produksi, kualitas, hingga kenyamanan saat dikonsumsi.

Bentuk bergelombang dipilih karena membantu proses pemasakan menjadi lebih efektif.

Celah-celah yang terbentuk di antara untaian mie memungkinkan air panas maupun uap menjangkau seluruh permukaan mie secara lebih merata.

Pada tahap produksi di pabrik, uap panas lebih mudah menembus sela-sela mie saat proses pengukusan.

Setelah itu, proses pengeringan maupun penggorengan juga berlangsung lebih merata.

Ketika diseduh menggunakan air panas, struktur bergelombang membuat air lebih cepat meresap sehingga mie dapat matang hanya dalam waktu sekitar tiga menit.

Selain mempercepat proses pemasakan, bentuk keriting juga membuat mie lebih kuat menghadapi tekanan selama proses distribusi.

Gelombang pada untaian mie membantu menyebarkan gaya tekan sehingga risiko retak atau patah saat dikemas, ditumpuk, maupun diangkut menjadi lebih kecil dibandingkan mie yang berbentuk lurus.

Keunggulan lainnya terdapat pada proses pembuatannya.

Bentuk keriting sebenarnya dapat terbentuk secara mekanis di jalur produksi.

Setelah adonan dipotong menjadi untaian, mie melewati conveyor yang bergerak lebih lambat dibandingkan kecepatan pisau pemotong atau slitter.

Perbedaan kecepatan tersebut membuat untaian mie terdorong dan menumpuk secara alami hingga menghasilkan gelombang tanpa perlu dipelintir satu per satu.

Struktur bergelombang juga memberikan keuntungan dari sisi pengemasan.

Untaian mie dapat dipadatkan menjadi balok atau noodle cake berukuran ringkas, tetapi tetap memiliki panjang mie yang cukup banyak.

Bentuk tersebut membuat kemasan menjadi lebih efisien, menghemat ruang penyimpanan, menekan biaya transportasi, serta memudahkan penataan produk di dalam karton maupun rak penjualan.

Di balik bentuk khas tersebut juga tersimpan nilai sejarah.

Ketika pengusaha asal Jepang, Momofuku Ando, memperkenalkan mie instan pada 1958, ia memilih bentuk bergelombang sebagai pembeda dari mie tradisional yang umumnya lurus atau pipih.

Seiring berjalannya waktu, bentuk keriting tersebut berkembang menjadi identitas visual mie instan yang mudah dikenali oleh konsumen di berbagai negara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#mie instan