RADAR BANYUWANGI - Indomie Goreng, mi instan produk anak bangsa berhasil berbicara banyak di kancah global. Merek mi yang mulai diproduksi sejak 1970-an ini menempati posisi runner-up alias ranking dua ramen instan terbaik 2026 versi Smarter Ranking.
Pihak Smarter Ranking menyatakan, penilaian merek-merek terkemuka berdasar aspek kuah, tekstur mi, harga, dan reputasi dengan merujuk pada sumber ahli seperti The Ramen Rater.
Hasilnya, Nongshim Shin Ramyun asal Korea Selatan (Korsel) menempati ranking 1 dengan skor 89. Total skor yang sangat tinggi tersebut diperoleh berkat kuah yang kaya rasa, pedas, dan gurih dengan nuansa daging, serta tekstur mi yang istimewa.
Sementara itu, Indomie Mi Goreng asal Indonesia menempati posisi runner-up sebagai mi instan goreng kering terbaik dengan skor 87. Indomie Goreng unggul atas Samyang Buldak menempati ranking 3 (skor 86), sedangkan ranking 4 sampai 7 masing-masing ditempati Nongshim Chapagetti Korean black-bean (skor 85).
Sedangkan posisi ranking 5, 6, dan 7 masing-masing ditempati Sapporo Ichiban Classic Japanese Soup (skor 83), Nissin Cup Noodles Convenience (skir 81) sertan Raruchan Ramen Cheapest Soup dengan skor total 78
Ramen instan adalah kategori produk yang memiliki penggemar sangat setia—mereka menilainya dengan ketelitian layaknya penikmat anggur menilai kualitas tahun produksi (vintage). Pilihan utama kami adalah Nongshim Shin Ramyun, dengan Skor SR 89, karena kuahnya yang sangat kaya rasa, pedas, dan gurih—mempertahankan cita rasa daging di balik sensasi pedasnya—serta tekstur mi yang kenyal dan membal. Untuk kategori mi goreng kering terbaik, Indomie Mi Goreng (87) menempati posisi kedua.
Metodologi menggunakan Rubrik Taste Score v2026 memberikan bobot pada lima kriteria dengan total nilai 100.
Kriteria penilaian meliputi aspek rasa dan kuah dengan skor paling tinggi 35. Aspek rasa dan kuah dimaksud meliputi kedalaman rasa, keseimbangan bumbu, tingkat kepedasan. Kriteria selanjutnya adalah tekkstur mi (skor maksilam 25), meliputi kekenyalan, elastisitas, ketahanan tekstur. Nilai harga mi juga menjadi aspek penilaian dengan skor paling tinggi 20. Aspek harga yang dimaksud adalah harga per kemasan.
Aspek penilaian selanjutnya adalah ketersediaan (skor tertinggi 10). Aspek ini dinilai dari seberapa luas produk tersedia di pasaran.
Sedangkan aspek penilaian terakhir adalah reputasi & ulasan (skor paling tinggi 10), yang menjadi kriteria penilaian adalah ulasan dari sumber ahli (The Ramen Rater, Sporked, The Kitchn).
Rasa dan tekstur memiliki bobot total 60 karena keduanya merupakan inti dari pengalaman menikmati produk mi.
Sementara itu, salah satu penikmat mi asal Kecamatan Giri, Banyuwangi, Nona Trisya mengaku dirinya sangat suka mengonsumsi Indomie Goreng. Nyaris setiap pekan dirinya tak pernah absen mengonsumsi mi. "Tetapi saya sangat terkejut saat mengetahui Indomie Goreng juara II dunia," ujarnya. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin