Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warung Rujak Bu Ndut Banyuwangi Viral, Pembeli Rela Masuk Gang Sempit Demi Menikmati Rujak di Tepi Selat Bali

Shinta Ayu Rahma Wardani • Senin, 6 Juli 2026 | 19:49 WIB
Warung Rujak Bu Ndut di Desa Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)
Warung Rujak Bu Ndut di Desa Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Di balik gang sempit permukiman warga di Dusun Krajan, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, berdiri sebuah warung sederhana yang belakangan menjadi perbincangan di media sosial. Namanya Warung Rujak Bu Ndut. Meski lokasinya tersembunyi, tempat makan ini justru dipadati pengunjung yang penasaran ingin merasakan sensasi menikmati rujak tradisional di tepi pantai dengan panorama langsung Selat Bali.

Keunikan tersebut menjadikan Warung Rujak Bu Ndut sebagai salah satu destinasi wisata kuliner Banyuwangi yang sedang naik daun. Bukan hanya menawarkan sajian khas Bumi Blambangan, warung ini juga menghadirkan pengalaman bersantap dengan latar laut lepas, deretan kapal yang melintas, serta siluet Pulau Bali di kejauhan.

Lokasi Warung Rujak Bu Ndut berada di dalam gang permukiman warga Dusun Krajan, Desa Ketapang. Pengunjung harus menyusuri jalan kecil sebelum tiba di bibir pantai. Perjalanan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman yang membuat banyak orang penasaran setelah melihat berbagai unggahan di media sosial.

Setiap hari warung ini tak pernah sepi pembeli. Tidak hanya warga Banyuwangi, banyak wisatawan dari Surabaya, Malang, hingga Jember yang sengaja datang untuk mencicipi rujak sambil menikmati suasana pantai yang sulit ditemukan di tempat lain.

Salah seorang pengunjung, Putri Wulandari asal Kecamatan Licin, mengaku mengetahui warung tersebut dari media sosial.

"Awalnya lewat di FYP terus tertarik buat ke sini. Sempat ragu karena harus masuk ke dalam gang permukiman warga. Tapi pas sampai semua terbayarkan. Makan Rujak Soto yang panas dan pedas di pinggir pantai sambil lihat kapal-kapal yang lewat. Pengalaman seperti ini belum pernah aku temui di tempat lain," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Banyak pengunjung memilih duduk di atas bebatuan yang berada di tepi pantai. Hembusan angin laut, deburan ombak, dan panorama Selat Bali menjadi pelengkap saat menikmati sajian rujak khas Banyuwangi.

Di balik ramainya pengunjung, kualitas rasa menjadi alasan utama Warung Rujak Bu Ndut mampu mempertahankan pelanggan.

Warung ini tetap mempertahankan pakem kuliner Banyuwangi melalui racikan bumbu petis yang memadukan petis Madura dengan petis lokal. Bumbu kemudian diperkaya kacang tanah goreng dan diulek secara langsung setiap kali ada pesanan sehingga menghasilkan aroma petis dan terasi yang kuat.

Cara penyajian yang masih dilakukan secara tradisional membuat cita rasa setiap porsi tetap terjaga. Kesegaran bumbu yang baru diulek menjadi salah satu daya tarik yang membuat banyak pelanggan datang kembali.

Menu yang tersedia cukup beragam. Mulai dari Rujak Soto yang menjadi favorit pengunjung, Rujak Lontong, Rujak Petis, hingga Rujak Kecut dengan aneka buah segar.

Seluruh menu disajikan dalam porsi yang cukup besar sehingga mengenyangkan. Meski menawarkan pengalaman bersantap dengan panorama alam yang memikat, harga makanan tetap ramah di kantong.

Pengunjung cukup menyiapkan sekitar Rp10.000 untuk menikmati seporsi rujak khas Banyuwangi. Harga yang terjangkau tersebut membuat warung ini digemari berbagai kalangan, mulai masyarakat sekitar hingga wisatawan luar daerah.

Keberadaan Warung Rujak Bu Ndut juga menjadi alternatif wisata kuliner bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di kawasan Kecamatan Kalipuro. Lokasinya yang berada di wilayah pesisir Desa Ketapang membuat warung ini mudah dijangkau dari kawasan Pelabuhan Ketapang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Warung Rujak Bu Ndut #Kuliner #Rujak Soto #selat bali #banyuwangi