Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Legendaris Sejak 1992, Nasi Tempong "Indosiar" Pondok Nurani Tak Pernah Sepi

Bagus Rio Rohman • Sabtu, 27 Juni 2026 | 04:00 WIB
PRASMANAN: Sugiarti menyajikan aneka menu di Warung Pondok Nurani yang terletak di gang kecil Jalan Agus Salim, Banyuwangi, Jumat (26/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PRASMANAN: Sugiarti menyajikan aneka menu di Warung Pondok Nurani yang terletak di gang kecil Jalan Agus Salim, Banyuwangi, Jumat (26/6). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah menjamurnya rumah makan modern dan ketatnya persaingan bisnis kuliner, Rumah Makan Pondok Nurani membuktikan bahwa cita rasa rumahan masih memiliki tempat istimewa di hati pelanggan. Berdiri sejak 1992, warung legendaris yang berada di Gang Pondok Nurani, Jalan Agus Salim, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Banyuwangi, itu tetap ramai didatangi pelanggan dari berbagai kalangan.

Meski berada di dalam gang kecil sekitar 500 meter dari simpang empat traffic light Mojopanggung ke arah timur, warung tersebut nyaris tak pernah sepi. Bahkan, setiap memasuki jam makan siang sekitar pukul 13.00, meja-meja makan dipenuhi aparatur sipil negara (ASN), karyawan swasta, hingga masyarakat umum yang telah menjadi pelanggan tetap.

Keistimewaan Pondok Nurani terletak pada konsep masakan rumahan yang disajikan secara prasmanan. Pelanggan bebas mengambil nasi, kemudian memilih lauk sesuai selera dengan harga yang tetap terjangkau.

Pilihan menu yang tersedia cukup lengkap. Mulai ikan laut segar, kare ayam, empal, telur ceplok, tahu-tempe, dadar jagung, sambal goreng, urap-urap, sayur bening, sayur lodeh, hingga sayur kelor yang menjadi favorit pelanggan.

Namun, di antara belasan menu tersebut, ada satu sajian yang paling banyak dicari, yakni Nasi Tempong "Indosiar".

Nama unik itu bukan tanpa alasan. Menurut pengelola Pondok Nurani, sajian tersebut terdiri atas aneka ikan laut dengan warna-warni lauk yang mengingatkan pelanggan pada logo Indosiar tempo dulu.

"Semua menu laris, tetapi yang paling banyak dicari pelanggan ya nasi tempong Indosiar," ujar Sugiarti, pemilik Pondok Nurani.

Perempuan berusia 50 tahun itu kini mengelola usaha bersama sang suami, Muadi. Rumah makan tersebut merupakan usaha keluarga yang dirintis orang tuanya sejak 1992, ketika dirinya masih duduk di bangku SMA.

Sugiarti menjadi generasi kedua yang meneruskan usaha tersebut. Pada awal berdiri, Pondok Nurani berada di depan kantor BKSDA Banyuwangi. Seiring berkembangnya usaha, rumah makan kemudian pindah ke lokasi sekarang pada 2003, tepatnya di belakang Kantor Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi.

Seiring perjalanan waktu, variasi menu pun terus bertambah. Jika awalnya hanya menyediakan sekitar tujuh jenis masakan, kini pelanggan dapat memilih lebih dari belasan menu rumahan yang berganti setiap hari.

Selain mempertahankan cita rasa, Pondok Nurani juga dikenal ramah di kantong. Pengunjung tidak diwajibkan membeli paket tertentu. Mereka bebas memilih lauk sesuai kebutuhan, bahkan bisa membeli ikan saja tanpa tambahan menu lainnya.

Harga makanan pun relatif terjangkau, mulai sekitar Rp5.000 dan menyesuaikan jenis lauk yang dipilih pelanggan.

Untuk menjaga kualitas masakan, aktivitas memasak dimulai sejak pukul 07.00 setiap pagi. Rumah makan kemudian melayani pelanggan mulai pukul 08.30 hingga 16.30.

Sugiarti sengaja menetapkan hari Minggu dan seluruh hari libur nasional sebagai waktu istirahat bagi seluruh pekerja. Langkah tersebut dilakukan agar kualitas makanan dan pelayanan tetap terjaga.

Di tengah gempuran restoran modern dan tren kuliner kekinian, Pondok Nurani memilih tetap setia dengan identitasnya sebagai rumah makan bercita rasa rumahan. Konsistensi rasa, pelayanan yang hangat, serta harga yang bersahabat menjadi resep utama yang membuat warung legendaris ini tetap bertahan lebih dari tiga dekade dan terus menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Banyuwangi. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Pondok Nurani #warung legendaris #menu rumahan #Kuliner Banyuwangi #nasi tempong