Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan Coto Makassar, Coto Manggala Khas Kobar Ini Terbuat dari Singkong

Ali Sodiqin • Kamis, 11 Juni 2026 | 19:30 WIB
Resep Coto Manggala Khas Kalimantan Tengah, Gurihnya Bikin Tambah Porsi. (Kalteng Pos)
Resep Coto Manggala Khas Kalimantan Tengah, Gurihnya Bikin Tambah Porsi. (Kalteng Pos)

RADARBANYUWANGI.ID – Saat mendengar kata coto, sebagian besar masyarakat Indonesia langsung teringat Coto Makassar yang melegenda. Namun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memiliki kuliner khas dengan nama yang hampir serupa, tetapi cita rasa dan bahan bakunya sangat berbeda. Namanya Coto Manggala, makanan tradisional berbahan dasar singkong yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat Pangkalan Bun selama puluhan tahun.

Kuliner ini bukan sekadar makanan pengganjal perut. Coto Manggala menyimpan sejarah, tradisi, hingga catatan prestasi yang pernah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Keunikan utama Coto Manggala terletak pada bahan dasarnya. Jika coto pada umumnya identik dengan daging sapi dan kuah rempah yang kaya, Coto Manggala justru menggunakan singkong atau yang oleh masyarakat setempat disebut "manggala" sebagai bahan utama.

Tekstur singkong yang lembut dipadukan dengan kuah gurih khas menghasilkan sensasi rasa yang sederhana tetapi mampu membuat siapa saja ingin menambah porsi.

Pernah Pecahkan Rekor MURI

Popularitas Coto Manggala pernah mencapai puncaknya pada 2009 ketika Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar festival kuliner spektakuler.

Saat itu, sebanyak 8.000 porsi Coto Manggala disusun berjajar sepanjang sekitar dua kilometer dan berhasil mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa Coto Manggala bukan sekadar makanan lokal, melainkan bagian dari kebanggaan masyarakat Kotawaringin Barat.

Hingga kini, kuliner tersebut masih menjadi salah satu ikon yang kerap dicari wisatawan saat berkunjung ke Pangkalan Bun.

Dari Warung Tradisional hingga Restoran Modern

Meski tergolong kuliner tradisional, keberadaan Coto Manggala tetap bertahan di tengah gempuran makanan modern.

Makanan khas ini dapat ditemukan di berbagai sudut Kota Pangkalan Bun, mulai dari warung sederhana hingga rumah makan yang lebih modern.

Salah satu lokasi yang cukup dikenal masyarakat berada di kawasan Jalan DAH Hamzah, Kelurahan Mendawai.

Di tempat tersebut, pengunjung dapat menikmati semangkuk Coto Manggala hangat dengan cita rasa autentik yang diwariskan turun-temurun.

Bagi pecinta kuliner Nusantara, mencicipi Coto Manggala menjadi pengalaman yang berbeda. Rasanya yang gurih, tekstur singkong yang lembut, dan aroma rempah yang khas membuat satu porsi sering kali terasa kurang.

Mengapa Disebut Coto Manggala?

Nama "manggala" berasal dari sebutan lokal masyarakat Kotawaringin Barat untuk singkong.

Bahan pangan yang selama ini dianggap sederhana itu justru diolah menjadi sajian khas yang memiliki nilai budaya tinggi.

Di tengah tren makanan modern, keberadaan Coto Manggala menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih mampu bertahan karena memiliki karakter rasa yang unik dan sulit ditemukan di daerah lain.

Resep Sederhana Coto Manggala Khas Pangkalan Bun

Bagi yang belum sempat berkunjung ke Kalimantan Tengah, Coto Manggala juga bisa dibuat sendiri di rumah.

Bahan Utama:

Bumbu Halus:

Pelengkap:

Cara Membuat:

  1. Rebus singkong hingga empuk, lalu tiriskan.

  2. Tumis seluruh bumbu halus hingga harum dan matang.

  3. Masukkan bumbu ke dalam panci berisi air, lalu didihkan.

  4. Tambahkan santan encer, aduk perlahan agar tidak pecah.

  5. Masukkan singkong yang telah direbus.

  6. Tambahkan garam dan sedikit gula sesuai selera.

  7. Masak hingga bumbu meresap dan kuah mengental.

  8. Sajikan dalam mangkuk, lalu taburi bawang goreng dan seledri.

Untuk cita rasa lebih autentik, masyarakat setempat biasanya menyantap Coto Manggala saat masih panas ditemani sambal pedas dan perasan jeruk nipis.

Warisan Kuliner yang Patut Dilestarikan

Di tengah derasnya arus kuliner modern, Coto Manggala tetap bertahan sebagai salah satu simbol budaya masyarakat Kotawaringin Barat.

Kuliner berbahan singkong ini bukan hanya menyuguhkan rasa yang khas, tetapi juga menyimpan cerita tentang kreativitas masyarakat lokal dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan istimewa.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pangkalan Bun, mencicipi Coto Manggala bukan lagi sekadar wisata kuliner, melainkan perjalanan mengenal identitas dan sejarah daerah yang kaya akan tradisi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Coto Manggala #Pangkalan Bun #Kuliner Kobar #Resep singkong #rekor muri