RADARBANYUWANGI.ID - Festival Rujak Uleg 2026 dipastikan kembali menjadi magnet wisata dan budaya terbesar di Kota Pahlawan menjelang peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS). Tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan konsep yang lebih meriah dengan pesta kembang api, parade kostum kreatif, hingga nuansa pesta olahraga dunia dalam balutan tema “Rujak Phoria”.
Festival tahunan yang identik dengan tradisi menguleg rujak secara massal itu bakal digelar di Surabaya Expo Center pada Sabtu malam (9/5). Ribuan warga diprediksi memadati kawasan Jalan Kusuma Bangsa untuk menikmati rangkaian acara yang diklaim menjadi salah satu event budaya paling ikonik di Surabaya.
Pelaksana Tugas Kepala Disbudporapar Surabaya, Herry Purwadi mengatakan, Festival Rujak Uleg tahun ini sengaja dikemas berbeda untuk menghadirkan pengalaman yang lebih atraktif bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Keunikannya karena selalu menghadirkan tema berbeda setiap tahun dengan mengkolaborasikan seni tradisional, teatrikal, fashion modern, dan unsur sport,” ujarnya, Jumat (8/5).
Tidak hanya menyuguhkan tradisi menguleg rujak menggunakan cobek raksasa, pengunjung juga akan disuguhi parade kostum tematik, pertunjukan seni budaya, hingga pesta fireworks yang menjadi daya tarik baru pada penyelenggaraan tahun ini.
Konsep “Rujak Phoria” sendiri diangkat untuk menciptakan atmosfer perayaan yang enerjik sekaligus memperkuat citra Surabaya sebagai kota kreatif dan destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
Festival Rujak Uleg selama ini memang menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat. Tradisi kuliner khas Surabaya tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan dan identitas budaya Arek Suroboyo.
Menurut Herry, Festival Rujak Uleg telah berkembang menjadi ikon wisata kota yang memberikan dampak ekonomi besar bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, hingga industri kreatif lokal.
“Festival ini menjadi salah satu event iconic Surabaya yang selalu dinantikan masyarakat setiap bulan Mei. Antusiasme pengunjung selalu tinggi dan dampaknya terhadap branding pariwisata kota juga sangat besar,” katanya.
Bahkan, festival tersebut kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara 2026 sebagai salah satu event unggulan pariwisata nasional. Pengakuan itu mempertegas posisi Festival Rujak Uleg sebagai agenda budaya berskala nasional.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, Festival Rujak Uleg sukses mendatangkan sekitar 12 ribu pengunjung dengan nilai perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp 1,28 miliar. Tahun ini, Pemkot Surabaya optimistis jumlah pengunjung meningkat seiring konsep acara yang lebih besar dan meriah.
Penyelenggaraan tahun 2026 melibatkan 136 kelompok peserta yang masing-masing terdiri atas empat orang. Selain itu, ada pula 132 peserta lomba fashion tematik yang akan tampil mengenakan kostum kreatif sesuai tema Rujak Phoria.
Kemeriahan parade kostum diprediksi menjadi salah satu magnet utama festival. Sebab, peserta tidak hanya menampilkan kreativitas desain busana, tetapi juga memadukan unsur budaya, olahraga, hingga modernitas khas anak muda Surabaya.
“Melalui festival ini, kami ingin mengenalkan Rujak Cingur sebagai kekayaan budaya dan kuliner Surabaya kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan luar daerah maupun mancanegara,” tegas Herry.
Rujak Cingur sendiri merupakan salah satu makanan legendaris Jawa Timur yang terkenal dengan perpaduan petis, irisan buah, sayuran, lontong, serta cingur sapi. Kuliner ini telah lama menjadi identitas gastronomi Kota Surabaya.
Pemkot Surabaya pun mengajak masyarakat untuk datang langsung menikmati kemeriahan Festival Rujak Uleg 2026 bersama keluarga maupun teman. Lokasi acara yang berada di pusat kota dinilai memudahkan akses pengunjung dari berbagai daerah.
“Masyarakat cukup datang langsung ke venue dan menikmati seluruh rangkaian acara. Yang penting siapkan kondisi tubuh yang fit dan outfit terbaik sesuai tema agar bisa menikmati suasana festival dengan maksimal,” pungkasnya.
Dengan tambahan pesta kembang api, parade kreatif, dan atmosfer budaya yang semakin kuat, Festival Rujak Uleg 2026 diproyeksikan menjadi salah satu agenda wisata paling ramai di Jawa Timur pada Mei tahun ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin