Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bakso Rawon Legendaris Kalipuro Bertahan Hampir 30 Tahun, Racikan Unik yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 9 Mei 2026 | 02:00 WIB
KULINER KREATIF: Jika Anda pencinta kuliber, menu rawon bakso atau bakso rawon bisa didapatkan di warung Sumber Rejeki yang terletak di Lingkungan Brak, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
KULINER KREATIF: Jika Anda pencinta kuliber, menu rawon bakso atau bakso rawon bisa didapatkan di warung Sumber Rejeki yang terletak di Lingkungan Brak, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kuliner khas Banyuwangi terus berkembang dengan berbagai kreasi unik yang sulit ditemukan di daerah lain. Salah satu yang tetap bertahan lintas generasi adalah bakso rawon legendaris di Lingkungan Brak, Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi.

Perpaduan kuah rawon hitam pekat dengan pentol bakso sapi itu menjadi ciri khas warung makan Warung Bakso Rawon Sumber Rejeki milik Yaseno yang telah berjualan hampir tiga dekade.

Cita rasa gurih rempah kluwek yang kuat dipadukan dengan tekstur bakso kenyal membuat menu tersebut memiliki sensasi rasa berbeda dibanding rawon pada umumnya.

Baca Juga: Rawon Mak Tini Banyuwangi: Kuah Hitam Pekat Bikin Ketagihan! Bertahan Seabad, Menang Rasa di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Tak heran jika warung sederhana di pinggir jalan dekat SMP Negeri 2 Kalipuro itu kerap menjadi tujuan wisata kuliner warga lokal hingga wisatawan luar daerah.

Lokasinya cukup strategis dan mudah dijangkau dari pusat kota Banyuwangi. Dari simpang empat Brak, warung berada sekitar 100 meter ke arah barat.

Meski tampil sederhana, pelanggan yang datang silih berganti menjadi bukti bahwa rasa tetap menjadi daya tarik utama.

“Kalau pagi biasanya pelanggan pesan rawon saja buat sarapan. Kalau sudah siang banyak yang pesan rawon bakso atau bakso rawon,” ujar Sofi, menantu pemilik warung.

Dua Menu Favorit yang Punya Karakter Berbeda

Warung tersebut memiliki dua menu andalan yang sekilas terlihat mirip, namun sebenarnya berbeda penyajian.

Baca Juga: Bakso Subuh dan Bakso Dini Hari di Banyuwangi, Dari Abdul Latif hingga Pak Aris Jadi Buruan Penikmat Kuliner

Menu pertama adalah bakso rawon. Dalam menu ini, bakso menjadi hidangan utama yang kemudian disiram kuah rawon lengkap dengan potongan daging sapi tanpa nasi.

Sedangkan menu kedua adalah rawon bakso, yakni rawon nasi lengkap dengan kecambah, sambal, kerupuk udang, tempe kering, lalu ditambah tiga pentol kecil dan satu pentol besar.

Kedua menu itu menjadi favorit pelanggan dari berbagai kalangan.

“Kalau pagi banyak anak sekolah dan pekerja yang makan di sini. Kalau malam biasanya pedagang janur yang mampir,” imbuh Sofi.

Keunikan rasa itulah yang membuat pelanggan terus datang kembali.

Perpaduan kuah rawon yang kaya rempah dengan bakso gurih menciptakan sensasi kuliner khas Banyuwangi yang sulit dilupakan.

Berawal dari Rujak Bakso hingga Jadi Kuliner Legendaris

Pemilik warung, Siyamah, 62, menceritakan bahwa awal mula usaha kulinernya justru bukan rawon bakso, melainkan rujak bakso.

Baca Juga: Pecel Pitik, Kuliner Suku Osing yang Wajib Kamu Coba

Saat mulai berjualan sekitar tahun 1994, ia menjajakan rujak lontong yang disiram kuah bakso lengkap dengan pentol.

Seiring waktu, muncul pelanggan yang meminta bakso dicampur dengan kuah rawon.

Tak disangka, perpaduan tersebut justru disukai banyak orang hingga akhirnya menjadi menu utama yang bertahan sampai sekarang.

“Dulu rujak bakso dijual Rp 1.000 per porsi, sedangkan bakso rawon Rp 2.000. Sekarang seporsi Rp 15 ribu,” kenang Siyamah.

Nama warung tersebut juga dikenal dengan berbagai sebutan oleh pelanggan.

Ada yang menyebut Warung Yaseno mengikuti nama suaminya, ada pula yang menyebut Warung Bu Lek.

Namun Siyamah lebih memilih nama Warung Bakso Rawon Sumber Rejeki sesuai papan nama yang terpasang di depan warung.

Tetap Bertahan di Tengah Persaingan Kuliner

Di tengah menjamurnya usaha kuliner modern, warung bakso rawon itu tetap mampu bertahan dengan mempertahankan cita rasa khas yang konsisten sejak dulu.

Baca Juga: Pecel Peyek Ombo Mbok Sarti di Muncar Banyuwangi, Sensasi Pedas Legendaris yang Bikin Ketagihan

Dalam sehari, warung tersebut rata-rata menghabiskan sekitar delapan kilogram daging sapi.

Namun saat bulan Ramadan, jumlah pelanggan meningkat drastis hingga kebutuhan daging bisa mencapai 40 kilogram per hari.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional dengan cita rasa autentik masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat.

Bakso rawon bukan hanya menjadi sajian makan, tetapi juga bagian dari identitas kuliner khas Banyuwangi yang terus hidup lintas generasi. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#kuliner legendaris Banyuwangi #bakso rawon Banyuwangi #Warung Sumber Rejeki Kalipuro #rawon bakso Yaseno #wisata kuliner Kalipuro